BNI Berencana Akuisisi Perusahaan Fintech

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 08 Nov 2017 17:53 WIB
bni
BNI Berencana Akuisisi Perusahaan <i>Fintech</i>
BNI. ANT/Prasetyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Layanan jasa keuangan berbasis teknologi atau Financial Technology (Fintech) telah 'membayangi' bisnis perbankan. Hal itu membuat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bakal mengakuisisi fintech, ketimbang masuk fintech lewat dari modal ventura.

"Memang idealnya masuk ke fintech itu dari modal ventura, kami masih menimbang‎ seberapa besar ke pembiayaan fintech sendiri. Kalau menurut saya lebih bagus masuk ke strategi pembiayan anorganik, kalau sudah terbukti dan bagus, kenapa tidak panen langsung, dan kita akuisisi," kata Direktur Bisnis Menengah BNI Putrama Wahju Setiawan dalam bincang-bincang santai bersama wartawan di kantor pusat BNI, Jakarta, Rabu 8 November 2017.

Ketika mengakuisisi langsung, bilang Putrama, maka perusahaan bisa mengurangi risiko kegagalan pada saat menjalankan bisnis fintech tersebut meskipun dana atau harga saat akuisisi lebih mahal. Adanya tantangan fintech itu,‎ Putrama ‎mengaku, perusahaan bakal memberi satu kejutan yang tidak lama lagi akan terjadi. 

"Toh ujungnya mereka (fintech) ‎butuh bank sebagai penampung dananya. Nanti, kita tunggu kejutannya," terang Putrama.

‎Dia menyebutkan, salah satu tantangan industri fintech yang sudah terlihat jelas saat ini adalah perusahaan Go-Jek dengan bisnis Go-Pay yang dimilikinya. 

"Go-Jek hanya layanan transportasi, sejatinya mereka membuat ekosistem, setelah terkunci mereka buat Go-Pay, tantangan itu yang harus kami jawab, kalau tidak transaksi keuangan keluar dari bank," ungkap dia.

Perbankan, lanjut dia, ‎harus membuat layanan yang lebih fleksibel bila dibanding Go-Pay. Sehingga, masyarakat yang menggunakan layanan tersebut bisa lebih mudah. 

"Go-Pay bisa lebih mudah dengan sms banking dan lain-lain, Go-Pay juga bisa transfer. Ini kan ranah yang seharusnya tidak boleh dimasuki non banking," tutup Putrama.



(SAW)