Nilai Kontrak Dagang TEI 2017 Tembus Rp3 Triliun

Desi Angriani    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:31 WIB
trade expo indonesia
Nilai Kontrak Dagang TEI 2017 Tembus Rp3 Triliun
Mendag Enggartiasto Lukita. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Banten: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadwalkan 33 kontrak dagang buying mission selama penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2017. Kontrak dagang berasal dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brasil, Inggris, dan Amerika Serikat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, total nilai kontrak dagang diperkirakan tembus USD223 juta atau Rp3 triliun. Untuk penandatanganan hari pertama, kontrak dagang tercatat senilai USD16,07 juta. Pada hari kedua, kontrak dagang membukukan transaksi USD154,82 juta.

Sementara pada hari ketiga perkiraan nilai kontrak sebesar USD47,25 juta dan pada hari keempat USD5,10 juta. "Nilai ini tentunya akan terus bertambah pada penyelenggaraan, bahkan setelah TEI," kata Mendag di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu 11 Oktober 2017.

Enggar mengungkapkan, buyer terbanyak yang telah mendaftar adalah Nigeria, Arab Saudi, India, Pakistan, Bangladesh, Belanda, Malaysia, Afghanistan, dan Australia. Hingga 10 Oktober 2017, Kemendag mencatat 7.084 permintaan terhadap jasa manufaktur.

"Permintaan terbesar sejauh ini untuk produk makanan dan minuman, produk dan jasa manufaktur, furnitur, furnis, dan furnitur taman," tambah dia.

Enggar menambahkan, fokus utama TEI kali ini adalah transaksi business-to-business yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. "Tujuan akhir dari penyelenggaraan TEI adalah untuk meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional," tutupnya.

TEI 2017 akan menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia. Semua produk dan jasa yang dipamerkan dibagi dalam tujuh zona produk potensial dan unggulan nasional.

Zona-zona tersebut adalah furniture and furnishing, fashion, craft and creative products, premium products, strategic industries, manufacturing products and services, food and beverages, dan province premium products.

 


(AHL)