ISEI Inginkan Terobosan untuk Mengatasi Masalah Kesenjangan

Eko Nordiansyah    •    Senin, 09 Oct 2017 19:51 WIB
ekonomi indonesia
ISEI Inginkan Terobosan untuk Mengatasi Masalah Kesenjangan
Ketua Umum ISEI Muliaman D Hadad. ANT/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) akan menggelar Seminar Nasional dan Sidang Pleno ISEI XIX di Bandar Lampung. Dalam acara kali ini ISEI menginginkan adanya terobosan untuk mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi sebagaimana tema yang dibahas dalam acara tersebut.

"Topik ini menjadi penting karena perekonomian Indonesia telah mencapai kemajuan luar biasa dalam 15 tahun terakhir," kata Ketua Umum ISEI Muliaman D Hadad di kantornya, Jalan Daksa IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 9 Oktober 2017.

Dirinya menambahkan, tingkat kemiskinan sudah dipangkas dari 24 persen pada tahun 1999 menjadi 11,3 persen pada 2014. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan pada angka rata-rata enam persen per tahun hingga tahun 2015.

"Indonesia salah satu negara yang banyak dicontoh karena banyak mencapai keberhasilan pembangunan, jumlah orang miskin secara gradual mengalami penurunan. Pertumbuhan konsisten selalu sekitar lima persen dengan tidak mudahnya kondisi ekonomi global," jelas dia.

Namun begitu, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah karena menurut laporan Bank Dunia, kesenjangan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan karena hanya 20 persen penduduk kaya Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi 10 tahun terakhir.

"Laporan tersebut juga menyebutkan, Indonesia menghadapi masalah konsentrasi kesejahteraan tertinggi di dunia. Seperti diketahui 10 persen penduduk Indonesia menguasai sekitar 75-77 persen. Saya kira angka yang tidak rahasia lagi," lanjut Muliaman.

Untuk itu dalam acara tersebut akan hadir perwakilan pemerintah serta anggota ISEI untuk membahas persoalan tersebut. Selain sidang pleno dan plenary session, nantinya dalam acara tersebut akan ditampilkan hasil dari penulisan karya ilmiah hingga penelitian terbatas.

"Tetapi intinya akan membahas sehingga di akhir acara, ISEI punya catatan-catatan resmi yang akan kita sampaikan pada pemerintah, terutama bagaimana menyelesaikan, memberi jalan, pikiran-pikiran, jalan keluar karena memang tidak mudah, tidak sederhana," pungkasnya.



(SAW)