Pertemuan Tahunan IMF-WB Harus Beri Nilai Tambah ke Indonesia

Desi Angriani    •    Senin, 12 Mar 2018 11:34 WIB
imf-world bank
Pertemuan Tahunan IMF-WB Harus Beri Nilai Tambah ke Indonesia
Wakil Sekjen PDI Perjuangan Enrico Sotarduga (baju kotak-kotak). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Word Bank yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Oktober 2018 harus memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam focus grup discussion bertema "Menakar Kesiapan Indonesia Melaksanakan Annual Meetings IMF-WB 2018" yang digelar oleh Digital Media Research Center di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan Enrico Sotarduga mengatakan pertemuan tahunan IMF-WB nantinya jangan hanya meninggalkan kesan pelayanan yang baik bagi 189 negara anggota.  Tapi juga memberikan dampak ekonomi kepada Indonesia sebagai tuan rumah. Pasalnya pagelaran ini diprediksi akan membuat perputaran uang setidaknya USD100 juta atau sekitar Rp1,36 triliunan.

"Maksudnya manfaatkan seperti ini tak sekadar memberikan service tapi me-leverage ekonomi ke depan," katanya dalam diskusi tersebut.

Selain menumbuhkan perekonomian, pagelaran IMF-WB diharapkan mampu menggenjot jumlah turis asing ke Indonesia. Artinya 20 ribu delegasi yang hadir diharapkan dapat mempromosikan keindahan Tanah Air ketika mereka kembali ke negara asal.

"Jangan cuma bikin program 'ini tour yang baik', jadi mereka jangan pulang hanya bilang service-nya the best, tapi pulang membawa potensi yang bisa diberikan ke masyarakat di sana," tutur dia.

Hal senada disampaikan Akademisi Tony Prasetiantono. Menurutnya momen tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan sektor pariwisata, investasi asing, dan perdagangan.

Di sisi lain, pemerintah harus membuktikan kepada IMF bahwa Indonesia mampu tumbuh dengan baik. Pasalnya lembaga keuangan internasional tersebut pernah melakukan kesalahan terhadap Indonesia saat krisis ekonomi 1998 lalu.

"Rakyat Indonesia waktu krisis juga dikelola secara salah, kita engga mungkin keluar dari IMF enggak masuk akal,  justru dapatkan kepercayaan ini sebagai pengakuan kesalahan terbesar IMF men-treatment kita dengan salah, enggak mungkin negara jelek yang jadi tuan rumah," tegas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 ribu delegasi yang bakal hadir terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media akan hadir dan memeriahkan pertemuan tahunan tersebut.

Sementara 189 negara anggota IMF meliputi Indonesia, Amerika Serikat,  Inggris Raya, Uni Eropa, Mesir, India, Pakistan, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Lebanon, Turki, Somalia, Pantai Gading, Kamerun, Kenya, Uni Emirat Arab, Yordania, Israel, Mongolia, Vanuatu, dan lainnya.

Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda yang meliputi IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, World Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerja sama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF), Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference serta Konferensi Pers.

 


(AHL)