Dalam 3 Tahun, Pemerintah Buka 8 Juta Lapangan Kerja Baru

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 08 Feb 2018 14:32 WIB
berita kemenaker
Dalam 3 Tahun, Pemerintah Buka 8 Juta Lapangan Kerja Baru
(Foto:Antara/Destyan Sujarwoko)

Jakarta: Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencatat selama 2015-2017, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil membuka 8.004.673 lapangan pekerjaan baru. Diharapkan target membuka 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun akan terpenuhi.

"Tiga tahun terakhir ini lapangan kerja yang terbuka seitar 8.004.673 orang," ujar Menaker M Hanif Dhakiri saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Februari 2018.

Ia menjelaskan, jumlah lapangan pekerjaan baru yang dibuka pada 2015 sebanyak 2.886.288 juta. Lalu, sempat menurun pada 2016 sebanyak 2.448.915 juta, dan kembali naik pada 2017 sebanyak 2.669.469 juta orang.

Terdapat beberapa sektor yang sudah menyerap jumlah tenaga kerja tersebut, di antaranya pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan galian, pengadaan air dan pengolahan sampah, listrik dan gas uap, pengadaan air, perdagangan, reparasi motor, jasa keuangan, real estate, konstruksi, jasa pendidikan, serta informasi dan komunikasi.

"Lalu, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial, jasa kesehatan, transportasi dan pergudangan, dan kegiatan jasa lainnya. Itu sektor yang membuka kesempatan kerja selama tiga tahun terakhir," ujarnya.

Komisi IX DPR memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Komisi IX DPR sekaligus mengingatkan Kemenaker untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.

"Angkatan kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kalau mereka tidak bisa bersaing, maka akan muncul penyakit-penyakit sosial," ucap anggota Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz.


(ROS)

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA