Pemindahan Ibu Kota Tetap Berjalan di Tahun Politik

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Jun 2018 17:14 WIB
pemindahan ibukota
Pemindahan Ibu Kota Tetap Berjalan di Tahun Politik
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. ANT/Yudhi Mahatma.

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan pemindahan ibu kota negara tetap berjalan di tahun politik 2019.

"Pokoknya jalan terus, progresnya jalan terus," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Juni 2018.

Bambang mengatakan progres yang dikerjakan saat ini sudah mencapai tahap pertama yakni membuat kajian mendalam terkait rencana pemindahan ibu kota.

"Tahap satu sudah selesai, pokoknya itu dulu," tutur dia.

Kajian tersebut pun telah sampai ke tangan Presiden Joko Widodo. Bambang mengatakan pihaknya telah menyampaikan kelebihan maupun kekurangan dari kota-kota yang menjadi kandidat ibu kota baru meski dirinya tak menyebutkan secara rinci kota mana saja.

"Nanti presiden yang memutuskan apa yang akan dilakukan berikutnya. Kami tugasnya menyiapkan kajian," ujar mantan Menteri Keuangan ini.

Dia bilang sejumlah indikator yang menjadi bahan pertimbangan pemilihan lokasi ibu kota baru, di antaranya luas lahan yang tersedia, risiko bencana, serta ketersediaan infrastruktur.

Lebih jauh mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota, Bambang belum memberikan kepastian.

Adapun berdasarkan riset yang telah dilakukan pihaknya pemindahan ibu kota di negara lain memakan waktu yang bervariasi, mulai dari 2-3 tahun, 5 tahun, hingga 10 tahun.

 


(SAW)