Bom Surabaya Dinilai Tidak Berdampak Signifikan ke Iklim Investasi

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 15 May 2018 13:54 WIB
pertumbuhan ekonomiinvestasiekonomi indonesiadaya beli masyarakat
Bom Surabaya Dinilai Tidak Berdampak Signifikan ke Iklim Investasi
Ekonom Faisal Basri (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai ledakan bom yang terjadi di Surabaya tidak memberi dampak signifikan terhadap penurunan minat investasi di Indonesia. Apalagi, serangan bom yang terjadi kemarin dinilai dilakukan secara random sehingga investor meyakini iklim investasi di Tanah Air tetap positif.

Faisal Basri menegaskan, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia justru negara yang situasi dan kondisinya aman karena memiliki probabilitas ledakan bom terkecil. "Mau investasi ke mana? Ke Filipina, mau ke Malaysia, atau Thailand? Ada bom. Tapi kan (di Indonesia) random dan probabilitasnya kecil," kata Faisal, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Menurutnya salah satu contoh investor yang sama sekali tidak terdampak insiden bom tersebut adalah investor sektor pertambangan. Pasalnya, investor di sektor pertambangan sangat dipengaruhi oleh stabilitas kebijakan fiskal bukan karena kejadian kerusuhan atau pengeboman.

"Pertama, fiskal term-nya stabil. Kenapa saya (investor) mau masuk ke Indonesia adalah nett persentage value," sebut dia.

Sementara untuk sektor investasi lainnya, Faisal kembali menegaskan, faktor yang dapat memengaruhi minat investasi bukan dari insiden ledakan bom. "Sektor lain faktornya bukan bom," tegas dia.

Selain itu, ketika ditanya apakah serangan bom akan menganggu stabilitas perekonomian nasional, Faisal menegaskan bahwa hal itu tidak memberi pengaruh besar. Menurutnya indikator termudah untuk melihat apakah perekonomian terganggu atau tidak adalah melihat posisi nilai tukar rupiah dan pergerakan indeks saham

"Insyaallah tidak signifikan. Ini (kejadian bom) bukan hanya sekarang. Kita paling berat menghadapi bom Bali. Sedangkan bom Jakarta, di kedutaan, pada hari itu indeks saham naik dan rupiah tidak melemah. Itu salah satu indikator," tutup dia.

 


(ABD)