Bank Sulutgo Belum Naikkan Bunga Deposito dan Kredit

   •    Senin, 09 Jul 2018 12:41 WIB
suku bunga
Bank Sulutgo Belum Naikkan Bunga Deposito dan Kredit
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)

Manado: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) belum menaikkan suku bunga deposito dan kredit, kendati BI rate sudah beberapa kali naik dalam dua bulan terakhir ini.

"Kami belum menaikkan bunga baik deposito maupun kredit, karena perlu ada kajian mendalam," kata Direktur Utama PT Bank SulutGo Jeffry Dendeng di Manado, seperti dikutip dari Antara, Senin, 9 Juli 2018.

Jeffry mengatakan Bank SulutGo memiliki komite yang akan membahas perkembangan ekonomi makro maupun mikro, dengan adanya peningkatan BI rate, apa perlu Bank SulutGo langsung menaikkan atau tidak.

"Memang untuk menyesuaikan BI rate memerlukan waktu, bank SulutGo masih wait and see," katanya.

Pihaknya juga melihat, bank-bank besar belum ada pergerakan peningkatan bunga deposito maupun kredit. Jadi, Bank SulutGo akan menyesuaikan saja. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Soekowardojo mengatakan, kenaikan BI rate perbankan membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk menyesuaikannya.

"BI rate naik, tidak serta-merta perbankan juga ikut menaikkan bunga bank," jelasnya.

BI dalam Rapat Dewan Gubernur pada akhir Juni 2018 memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-days reverse repo rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Selain BI 7-Days Reverse Repo Rate, deposit facility rate juga naik 50 bps menjadi 4,5 persen, demikian pula suku bunga landing facility juga meningkat 50 bps menjadi enam persen.

Dia mengatakan dasar pertimbangan keputusan ini adalah sebagai langkah preventif BI untuk memperkuat stabilitas ekonomi, utamanya stabilitas nilai tukar terhadap perkiraan kenaikan suku bunga Amerika (fed fund rate) hingga empat kali tahun dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global.

BI meyakini kebijakan yang ditempuh dapat memperkuat stabilitas ekonomi khusunya rupiah. Sebelumnya, pada Mei lalu, BI telah telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing sebanyak 25 bps.


(AHL)