Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp93,58 Triliun di Kuartal II-2018

Husen Miftahudin    •    Senin, 27 Aug 2018 12:37 WIB
asuransi jiwa
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp93,58 Triliun di Kuartal II-2018
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim (tengah). (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi asuransi jiwa sebanyak Rp93,58 triliun pada kuartal II-2018. Capaian tersebut meningkat 5,5 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp88,66 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan pertumbuhan pendapatan premi lantaran meningkatnya total premi bisnis baru dan total premi lanjutan. Total premi bisnis baru naik 7,4 persen menjadi Rp59,85 triliun dan total premi lanjutan tumbuh 2,4 persen menjadi Rp33,73 triliun.

"Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 104,3 persen," ujar Hendrisman dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal II-2018 di Rumah AAJI, Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat, Senin, 27 Agustus 2018.

Pertumbuhan total pendapatan premi, lanjutnya, juga didorong oleh peningkatan pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 9,5 persen dan berkontribusi sebesar 44,9 persen. Lalu dari saluran keagenan mengalami pertumbuhan tertinggi di antara saluran distribusi yang sebesar 9,9 persen dengan kontribusi 39,3 persen.

"Sementara saluran distribusi alternatif mengalami pelambatan 12,2 persen dan memiliki kontribusi sebesar 15,9 persen. Kemudiam produk tradisional berkontribusi 40,5 persen dari total premi dan berkontribusi 47,6 persen dari bisnis baru," bebernya.

Sementara untuk total pendapatan (income) asuransi jiwa di kuartal II-2018 mengalami penurunan. Tercatat total pendapatan sebesar Rp89,73 triliun atau turun 22,9 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp116,35 triliun.

"Nilai pendapatan premi lebih besar dibandingkan total pendapatan disebabkan nilai negatif dari hasil investasi yang cukup tinggi," papar dia.

Adapun untuk jumlah investasi pada kuartal II-2018 mengalami pertumbuhan sebesar 2,4 persen menjadi Rp445,83 triliun. Kenaikan jumlah investasi menjadi kontributor utama dari kenaikan total aset sebesar Rp499,96 triliun atau tumbuh 1,2 persen dari capaian periode yang sama 2017 sebanyak Rp493,99 triliun.


(AHL)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

18 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA