Mendag: Ekspor Barang Konsumsi Lewat E-Commerce Masih Rendah

   •    Jumat, 07 Sep 2018 15:04 WIB
ecommerce
Mendag: Ekspor Barang Konsumsi Lewat E-Commerce Masih Rendah
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai eskpor barang-barang konsumsi melalui pasar niaga elektronik (e-commerce) masih terbilang rendah. Besarnya barang impor yang masuk dibandingkan dengan barang ekspor melalui transaksi e-commerce menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Kalau kita lihat dari sisi penjualan, sisi impor barang luar yang masuk lebih besar daripada sisi ekspor untuk kita jual melalui e-commerce. Itu yang menjadi persoalan dan tantangan bagi kita," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Menurut Enggar tren perdagangan masih dapat ditingkatkan, terutama pada ekspor barang-barang konsumsi dari Indonesia, seperti otomotif, fesyen, hobi, serta produk kesehatan dan kecantikan, yang meningkat signifikan.

Selain ketidakseimbangan antara barang impor dan ekspor dalam pasar e-commerce, Enggar menilai. pengusaha yang masih melakukan transaksi secara konvensional atau belum tersentuh digitalisasi juga menjadi tantangan.

Padahal, masih kata Enggar, transaksi pasar e-commerce dunia pada 2020 mencapai USD2,6 triliun, sedangkan Indonesia diprediksi mencapai USD55 miliar. Nilai transaksi e-commerce Indonesia pun juga akan terus meningkat seiring pertumbuhan kedua platform besar.

"Yaitu formal e-commerce diperkirakan mencapai USD40 miliar dan socio commerce sebesar USD15 miliar pada 2020," tuturnya. Oleh karena itu, peningkatan daya saing produk lokal juga menjadi salah satu yang difokuskan pemerintah untuk meningkatkan penetrasi e-commerce di Indonesia.

 


(ABD)