Kemenperin MoU Revitalisasi NASDEC

Husen Miftahudin    •    Selasa, 18 Apr 2017 19:09 WIB
kementerian perindustrian
Kemenperin MoU Revitalisasi NASDEC
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Dokumentasi Kemenperin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan Revitalisasi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Penandatanganan dilakukan antara Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan dengan Rektor ITS Prof Joni Hermana.

"Kerja sama ini untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan perguruan tinggi yang membutuhkan bantuan dari Kementerian Perindustrian," kata Airlangga usai memberi kuliah umum bertajuk Kebijakan Nasional Sektor Perindustrian dan Penguatan Link and Match di ITS Surabaya, Jawa Timur, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa 18 April 2017.

Menurutnya, nota kesepahaman ini bertujuan untuk merevitalisasi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional atau yang dikenal NASDEC milik ITS, agar dapat menjadi badan usaha atau institusi yang mandiri. Upaya ini untuk mendukung peningkatan daya saing industri perkapalan dalam negeri baik di tingkat nasional dan internasional dengan mengembangkan desain produk kapal yang inovatif dan efisien.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup upaya revitalisasi dan mendorong kemandirian NASDEC untuk menjadi center of excellence di bidang teknologi dan rekayasa kapal dalam mendukung program Nawa Cita pemerintah di bidang maritim yang meliputi aspek pengembangan, kelembagaan, sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan pembiayaan.

Airlangga menambahkan, beberapa aplikasi maritim yang dikembangkan ITS berperan penting dalam pengembangan industri perkapalan di Indonesia. "Misalnya untuk memonitor kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka atau di Surabaya dan bisa untuk menyelematkan habitat yang ada di bawah laut," ujarnya.

Dalam nota kesepahaman tersebut, Kemenperin mempunyai tanggung jawab untuk menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi NASDEC, memberikan pengarahan dan masukan dalam pelaksanaan program-program kegiatan revitalisasi, memberi dukungan pembiayaan dalam rangka revitalisasi NASDEC sesuai dengan mekanisme pelaksanaan APBN, dan menetapkan prioritas kegiatan yang akan dikerjakan bersama ITS.

Sedangkan ITS nantinya mempunyai tanggung jawab memberikan masukan dalam rangka penyusunan program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi NASDEC, menyediakan sumber daya manusia seperti tenaga ahli, surveyor, operator komputer, juru gambar untuk kegiatan yang telah disepakati bersama, memfasilitasi pemanfaatan laboratorium uji dan infrastruktur yang dimiliki bagi kepentingan revitalisasi NASDEC, serta menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Kemenperin tentang program revitalisasi NASDEC minimal setahun sekali.

Sementara itu, Joni Hermana menambahkan, saat ini ITS fokus melakukan hilirisasi agar produk-produk hasil penelitiannya dapat bermanfaat bagi masyarakat.  Pada 2016, ITS meraih 620 penghargaan dari berbagai kegiatan mahasiswa baik di dalam maupun luar negeri. Namun, ITS tidak ingin berhenti sebatas meraih penghargaan.

"Mimpi kami, apa yang menjadi inovasi dan terobosan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.  Namun, upaya menyebar manfaat hasil karya inovasi tanpa bantuan Kemenperin akan sia-sia," jelas Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS tersebut.

Putu menyampaikan, Kemenperin terus mendorong tumbuhnya industri komponen kapal. "Jadi, dari galangan dalam negeri, dengan kapasitas 1,2 juta ton kapal baru dan 12 juta ton untuk prepare itu sudah cukup penuh. Nah sekarang yang kita dorong adalah industri komponen kapal lebih banyak lagi. Bikin komponen-komponen kapal. Supaya prepare sama bikin kapalnya lebih cepat," ucapnya.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA