Meningkatnya Impor Tanda Perekonomian Tumbuh Positif

   •    Selasa, 18 Apr 2017 23:29 WIB
impor
Meningkatnya Impor Tanda Perekonomian Tumbuh Positif
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO ANTARA : Widodo S. Jusuf).

Metrotvnews.com, Karawang: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, impor Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2017 yang mengalami kenaikan sebesar 17,65 persen dari bulan lalu dinilai menjadi tanda pertumbuhan ekonomi yang positif.

Enggar mengapresiasi surplus perdagangan dari tahun ke tahun (year on year) dan impor yang meningkat karena didominasi oleh bahan baku atau bahan penolong, bukan barang jadi.

"Surplus kita meningkat. Yang menarik impornya meningkat, tapi impor bahan baku. Artinya, pertumbuhan dan gerakan ekonomi kita positif. Bahan baku pendukung meningkat, bukan barang jadi. Pada posisi inilah yang menggembirakan," kata Menteri Enggar usai menghadiri Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) di Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

BPS mencatat selama Maret 2017 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar pada impor, yaitu 74,32 persen dengan nilai USD9,93 miliar, diikuti impor barang modal sebesar 15,15 persen (USD2,02 miliar) dan barang konsumsi 10,53 persen (USD1,41 miliar).

Ada pun peningkatan impor bahan baku Maret terhadap Februari 2017 sebesar 13,31 persen atau senilai USD1,1 miliar. Menurut Enggar, nilai neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2015 yang surplus USD2,02 miliar pada sektor nonmigas menunjukkan kinerja pemerintah dalam mendorong ekspor.

"Pemerintah secara serius menunjukkan bagaimana kinerja, tampak sekali dari neraca perdagangan. Surplus meningkat, impor meningkat tetapi ekspornya lebih tinggi dari 'month to month' dan 'year to year'," kata Enggar.

BPS mencatat bahwa impor Indonesia pada Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 17,65 persen menjadi USD13,36 miliar, dari bulan sebelumnya sebesar USD8,89 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan impor tersebut diakibatkan oleh naiknya impor nonmigas mencapai USD2,21 miliar atau 24,94 persen, meskipun impor migas mengalami penurunan USD211,2 juta atau 8,54 persen.

 


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA