Kegiatan Usaha Bisa Jadi Indikator Investasi Bodong

   •    Rabu, 12 Jul 2017 14:56 WIB
investasi bodong
Kegiatan Usaha Bisa Jadi Indikator Investasi Bodong
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selain mengecek perizinan usaha yang dikeluarkan otoritas terkait, salah satu ciri yang dapat mengindikasikan apakah investasi yang diikuti ilegal atau tidak adalah dengan mengecek kegiatan usahanya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Ilegal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan kegiatan usaha secara tidak langsung akan memberi gambaran alur investasi yang disediakan sebuah perusahaan.

"Marketing plannya seperti apa. Kalau marketing plan yang ditawarkan menyebabkan perusahaan mengeluarkan kewajiban lebih besar atau rugi, kemungkinan investasinya berpotensi merugikan masyarakat," ungkapnya, dalam Metro Plus, Selasa 11 Juli 2017.

Umumnya, kata Tongam, perusahaan penyelenggara investasi ilegal atau bodong akan 'gali lobang tutup lobang' untuk membayar profit, bonus, bahkan dana lain menggunakan uang dari nasabah lain yang baru bergabung. 

Hal ini tentu akan menguntungkan orang-orang yang berada di level atas namun membuat buntung mereka yang masih di level bawah atau baru bergabung.

Baca juga: Ingin Cepat Kaya Bikin Investasi Bodong Laku

Masyarakat pun diminta untuk lebih waspada terhadap perusahaan-perusahaan yang menyelenggarakan investasi dengan penawaran yang tak wajar. Ketika menemukannya, masyarakat bisa melaporkan langsung ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau kepada otoritas yang memberi izin atau yang menaungi unit usaha tersebut. 

"Atau kalau sudah menjadi korban bisa melaporakan ke kepolisian. Ini perlu untuk memberikan efek jera kepada para pelakukanya sehingga berpotensi mengurangi atau meminimalisir orang lain untuk ikut," katanya. 

Tongam menyebut banyak modus investasi bodong yang ditawarkan ke masyarakat, namun kebanyakan adalalah investasi uang, emas dan perdagangan yang berjangka. Adapula yang berkedok perjalanan wisata atau ibadah umroh.

Tongam mengimbau agar masyarakat hanya menerima tawaran dari perusahaan  yang menyediakan investasi terpercaya, terdaftar di otoritas terkait, dan tak setinggi langit mengeluarkan penawaran.

"Satgas Waspada Investasi Ilegal juga ada fungsi pembinaan. Apabila ada perusahaan yang ingin tetap beroperasi tolong diurus izinnya, tetapi yang perlu kami sampaikan ke masyarakat sepanjang izinnya belum selesai kegiatan ini tak bisa dilakukan," jelasnya.




(MEL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA