Pembahasan RUU Pertembakauan Dinilai Demi Kepentingan Nasional

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 12 Jul 2017 10:50 WIB
berita dpr
Pembahasan RUU Pertembakauan Dinilai Demi Kepentingan Nasional
Anggota Panitia Khusus RUU Pertembakauan DPR RI Mukhamad Misbakhun (Foto:Dok.DPR RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pertembakauan DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, RUU Pertembakauan harus diarahkan untuk kepentingan nasional. Sebab, RUU tersebut demi menyangkut kesejahteraan seluruh aspek, khususnya petani tembakau.

Pria yang saat ini duduk di Komisi XI itu mengatakan, meski DPR sudah memiliki niat baik, namun tetap saja DPR masih menjadi sasaran kritik.
 
"Kita harus bicara kepentingan nasional. Kontribusi penerimaan negara sektor pertembakauan baik itu dari cukai hasil tembakau, pajak, mencapai Rp 200 triliun", kata Misbakhun dalam keterangan tertulis, Rabu 12 Juli 217.

Politikus Golkar itu menyampaikan, polemik RUU Pertembakauan cukup menyita konsentrasi. Sebagai inisiator RUU Pertembakauan, menurutnya DPR kerap menjadi sasaran kritik apabila bekerja untuk rakyat.

"Disisi lain, apabila bekerja bagi asing justru dipuji-puji," ungkap dia.

Misbakhun menyampaikan, hingga saat ini belum ada aturan setingkat undang-undang yang mengatur masalah pertembakauan, baik itu petani hingga industri hasil tembakau nasional. Padahal, kontribusi tembakau terhadap pendapatan negara cukup besar.

Oleh karena itu, demi kepentingan nasional, dia tidak akan bersedia menggadaikan kesejahteraan rakyat dengan agenda kepentingan asing. Regulasi diharapkan dapat melindungi seluruh stakeholder, khususnya petani tembakau lokal.
 
"Stakeholder pertembakauan butuh perlindungan mengingat belum ada regulasi yang melindungi mereka. Karena itulah, diperlukan RUU Pertembakauan," ucapnya.


(ROS)