Bank Dunia: Paket Kebijakan Logistik jadi Dorongan bagi Perekonomian Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 15 Jun 2017 19:57 WIB
paket kebijakan ekonomi
Bank Dunia: Paket Kebijakan Logistik jadi Dorongan bagi Perekonomian Indonesia
Logistik (MI/Abdus).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah baru saja mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid 15 mengenai daya saing tentang pengembangan usaha dan daya saing penyeida jasa logistik nasional.

Bank Dunia pun ikut menyoroti kebijakan yang dikeluarkan.Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves menyambut baik kebijakan mengenai logistik tersebut.

Chaves mengatakan permasalahan logistik di Indonesia menjadi salah satu hambatan yang besar bagi ekonomi Indonesia, utamanya untuk ekonomi yang efisien.

Sebab, kata dia, Indonesia menghabiskan 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk membiayai logistik. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding negara tetangga seperti Malaysia yang hanya delapan persen.

"Bayangkan saja, menghabiskan 24 persen dari pendapatan negara ini atau seperempatnya untuk tidak bergerak (macet), duduk di lalu lintas, barang dagangan yang tidak dipindahkan dengan baik di gudang. Jika Anda bisa mengurangi itu, akan menjadi dorongan besar bagi perekonomian," kata Chaves ditemui di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 15 Juni 2017.

Sebelumnya, dalam laporan peluncuran paket kebijakan ekonomi ke XV disebutkan porsi biaya logistik menyumbang sekitar 40 persen dari harga ritel barang, dan komponen terbesar dari logistik, yaitu 72 persen adalah ongkos transportasi.

“Paket XV difokuskan pada Perbaikan Sistem Logistik Nasional untuk mempercepat Pengembangan Usaha dan Daya Saing Penyedia Jasa Logistik Nasional,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan latar belakang lahirnya kebijakan ini.


(SAW)