Generasi Milenial Cocok Tanam Investasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap

Desi Angriani    •    Kamis, 15 Jun 2017 18:19 WIB
investasi
Generasi Milenial Cocok Tanam Investasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap
Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management Sigit P Wiryadi. MTVN/Desi Anggriani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management Sigit P Wiryadi mengatakan, generasi milenial lebih cocok menanamkan investasi di reksa dana pendapatan tetap (RDPT) atau fixed income. Sebab produk reksadana ini memiliki risiko yang lebih kecil dan investor tidak perlu repot mengurus  pembayaran pokok dan bunga.

"Biasanya anak muda itu mau yang simpel ya, tidak rumit. Reksa dana itu pada dasarnya memang memudahkan investasi, anak muda bisa pilih sesuai kebutuhan dan pemahamannya," kata Sigit dalam sebuah diskusi di Menara Dea Tower II, Jakarta, Kamis 15 Juni 2017.

Menurutnya, anak muda masih mempersepsikan  produk investasi itu mahal dan memiliki risiko tinggi. Padahal investasi lewat reksa dana, bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan jika dipahami dengan baik dan benar.

"Ini yang menjadi alasan kami meluncurkan kampanye edukasi lewat microsite 10 Golden Rules ini agar mereka bisa dengan mudah memahami manfaat dari berinvestasi," ungkap dia.

Kendati demikian, minat kaum milenial Indonesia terhadap investasi reksadana diprediksi meningkat seiring pertumbuhan 35 juta kaum urban-middle-class millennials pada 2020.

"Generasi milenial dinilai memiliki potensi besar untuk pasar reksa dana di Indonesia," imbuhnya.

Dalam konsep perencanaan keuangan, reksa dana pendapatan tetap cocok untuk investor yang memiliki kebutuhan tujuan keuangan antara 1-3 tahun.


Jangka waktu sendiri bahkan lebih penting daripada profil risiko dalam pemilihan reksa dana. Sekalipun seorang investor memiliki profil risiko yang agresif, untuk tujuan keuangan jangka pendek sebaiknya tetap memilih reksa dana pendapatan tetap sebagai sarana untuk mencapainya.

Sebab, potensi reksa dana saham untuk mengalami kerugian dalam jangka waktu tersebut lebih besar dibandingkan reksa dana pendapatan tetap sehingga tujuan keuangan bisa tidak tercapai.


(SAW)