BPJS Ketenagakerjaan Terapkan Program Perlindungan TKI di Kuartal II-2017

Desi Angriani    •    Selasa, 16 May 2017 09:00 WIB
bpjs ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Terapkan Program Perlindungan TKI di Kuartal II-2017
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (kiri) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan segera menjalankan program perlindungan terhadap Tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Para pekerja imigran yang akan berangkat ke luar negeri pada kuartal II-2017 diwajibkan menjadi perserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kuartal kedua tahun ini permenaker dan kita siap untuk laksana dan kita koordinasikan program perlindungan TKI," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Agus menuturkan, program tersebut sudah dalam tahap finalisasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kebijakannya dipastikan meliputi empat program yang sudah diatur dalam BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun.

"Kita lagi langkah hampir final dan kita lagi kerja sama dengan Menaker biar bisa jalankan jaminan sosial pada buruh migran," tutur dia.

Selain mewajibkan TKI mengikuti kepesertaan BPJS, Agus juga berencana menempatkan anggotanya di KBRI setempat atau menjalin kerja sama dengan penyelenggara jaminan sosial di negara bersangkutan.

"Kita kerja sama dengan pihak terkait tetapi kita juga ingin menempatkan staf kota di negara tujuan," tegasnya.

Berdasarkan data BNP2TKI, pada akhir 2016 pekerja migran mencapai 212.900 orang dan telah menyumbang devisa negara hingga Rp97,5 triliun. Sementara remitansi TKI sepanjang 2015 mencapai USD8,6 juta atau setara dengan Rp119 triliun.

 


(ABD)