Pengamat Sebut Kebijakan HET Bahan Pokok Mampu Kendalikan Inflasi

Husen Miftahudin    •    Selasa, 16 May 2017 08:50 WIB
bahan pokok
Pengamat Sebut Kebijakan HET Bahan Pokok Mampu Kendalikan Inflasi
Pedagang memotong daging sapi yang dijual di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pada sejumlah bahan pokok dinilai mulai berdampak pada angka inflasi yang terkendali. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2017 terjadi deflasi 0,02 persen karena didorong penurunan harga pangan.

Pengamat Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Firdaus menjelaskan, HET dilakukan pada bahan kebutuhan pokok seperti gula pasir sebesar Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, dan daging beku Rp80.000 per kilogram. Kebijakan HET dikeluarkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan mulai berlaku pada 10 April 2017.

"HET ini kan pedoman bagi pemerintah untuk pasar. Kalau untuk gula dan minyak goreng, saya yakin pasti aman, tapi kalau untuk daging ini yang harus benar-benar diperhatikan," ujar Firdaus dalam keterangan yang diterima Metrotvnews, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Menurut Firdaus, pemerintah harus memastikan ketersediaan stok daging beku yang sudah diberlakukan HET. Caranya bisa dengan mengimpor daging atau memaksimalkan sapi yang ada.

Stok daging harus dipastikan karena menjelang Ramadan dan Lebaran komoditas tersebut kerap bergejolak yang menyebabkan harga naik. Dengan demikian impor daging beku dengan kualitas terbaik adalah solusi agar kebijakan HET bisa terus efektif.

Firdaus mengimbau agar pemerintah daerah mendukung kebijakan HET dengan memantau pelabuhan-pelabuhan tempat datangnya impor sapi. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan operasi pasar agar HET tiga komoditas, utamanya daging beku, bisa efektif dan dirasakan oleh masyarakat.

"Operasi pasar selain untuk menyeimbangkan harga juga untuk memantau supply pasar. Karena di negara-negara lain juga operasi pasar sudah jadi kebiasaan dan terus dilakukan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati, mengatakan pihaknya siap mengeluarkan daging beku seharga Rp77.000 hingga Rp85.000 per kilogram khusus untuk daging rawon, sop serta paha depan dan belakang yang didatangkan dari Australia dan Selandia Baru.

"Kita siap sediakan bahan pokok dengan harga terjangkau kalau walikota-walikota di Jakarta mau gelar operasi pasar," pungkas Marina.


(HUS)