BNI dan BTN Cegah Dampak Serangan Wannacry Ransomware

Eko Nordiansyah    •    Senin, 15 May 2017 14:48 WIB
cyber securitywannacry
BNI dan BTN Cegah Dampak Serangan <i>Wannacry Ransomware</i>
illustrasi. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BNI mengambil langkah cepat untuk mencegah dampak daripada serangan malware wannacry ransomware yang dapat menganggu layanan sistem perbankan.

Sekretaris Perusahaan BTN Eko Waluyo mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan seperti melakukan pencegahan masuknya malware tersebut ke sistem BTN dengan cara meng-update antivirus, windows patch, dan update rules lainnya. BTN juga melakukan scanning ke seluruh jaringan sistem BTN dan melakukan update AV dan patch di seluruh PC/desktop.

baca : WannaCry Ransomware Disebar Acak

"Kami melakukan sosialisasi dan edukasi ke seluruh karyawan BTN sebagai pengguna sistem untuk melakukan langkah pencegahan dan meningkatkan security awareness. Serta melakukan security monitoring secara lebih intensif," kata dia kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Senada dengan itu, Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kiryanto menambahkan jika pihaknya selalu melakukan assessment secara berkala terhadap semua potensi risiko serangan virus yang berpotensi mengganggu sistem IT. Hal ini dimaksudkan agar semua operasional bank terutama transaksi keuangan yang terkait dengan kepentingan nasabah bisa berjalan normal dan stabil. 

"Mengingat ancaman serangan virus ransomware seperti ini cukup berisiko, maka sistem proteksi sistem IT di BNI terus di-upgrade. Dalam hal ini jika pun BNI mengeluarkan biaya investasi IT, ini adalah termasuk good investment. Semakin bagus dan teruji sistem proteksi IT di BNI, semakin kecil peluang terjadinya serangan virus IT di BNI," ungkap dia.

Keduanya berharap agar gangguan sistem ini tak berdampak negatif pada kegiatan nasabah. Dengan begitu kepercayaan nasabah untuk tetap menggunakan layanan perbankan dan kegiatan sehari-hari dapat terus berjalan dengan lancar dan tetap terjamin keamanannya.

baca : Sistem Perdagangan Saham Bursa Aman dari Ransomware

"Diharapkan nasabah dapat tetap melakukan transaksi secara online dengan perasaan tetap nyaman dan aman. Untuk edukasi ke nasabah terkait malware atau ransomware telah dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui pengumuman dan siaran pers yang telah dipublikasikan," pungkas Eko.

Sekadar diketahui, wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan meng-encrypt seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke komputer windows lain pada jaringan yang sama.

Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry.

Dari tampilan diketahui bahwa Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file-file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan USD300. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Di samping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.





(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA