Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Mataram Mulai Naik

   •    Selasa, 16 May 2017 16:06 WIB
harga sembako
Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Mataram Mulai Naik
Sembako (ANT/Aditya Pradana Putra).

Metrotvnews.com, Mataram: Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di kota itu mulai mengalami kenaikan.

"Dari hasil pantauan harga yang kami lakukan Senin 15 Mei, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan tapi pergerakannya tidak melonjak signifikan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram dikutip dari Antara, Selasa 16 Mei 2017. 

Alwan yang ditemui di sela kegiatan bazar pasar murah mengatakan, kenaikan sejumlah harga bahan pokok itu terjadi karena tingginya permintaan, sehingga mekanisme pasar berlaku, kendati stok kebutuhan pokok terpenuhi.

Sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain, bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp31.000 hingga Rp31.500 per kilogram (kg), bawang putih naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kg.

Kemudian untuk daging ayam broiler dari Rp33.000 per kg menjadi Rp37.000 hingga Rp38.000 per kg, sedangkan daging sapi berkisar Rp115.000 hingga Rp120.000 per kg.

Telur ayam ras dari Rp1.100 per butir kini sudah menjadi Rp1.300 hingga Rp1.400 per butir. Sementara beras masih berkisar Rp8.500 hingga Rp10.000 per kg, dan cabai rawit Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.

Menurutnya, kondisi kenaikan harga setiap menjelang masukkan bulan suci Ramadan setiap tahun selalu terjadi,  namun dalam hal ini pemerintah tidak bisa melarang pedagang karena adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli.

"Kami memang tidak bisa melarang terjadinya kenaikan harga ini, sebab ada kesepakatan antara penjual dan pembeli terhadap harga yang ditawarkan," katanya.

Dalam hal ini, pihaknya hanya bisa mengingatkan dan mengimbau pada penjual dan distributor agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau yang bisa merugikan masyarakat.

Di samping itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli bahan pokok dalam jumlah yang banyak, dan sebaiknya membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.

"Apabila masyarakat panik dan membeli dalam jumlah besar, justru bisa semakin memicu terjadinya kenaikan harga," tambahnya. 



(SAW)