KKP Revitalisasi Kawasan Perikanan Budidaya di 12 Kabupaten

Desi Angriani    •    Jumat, 14 Apr 2017 13:11 WIB
kelautan dan perikanan
KKP Revitalisasi Kawasan Perikanan Budidaya di 12 Kabupaten
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera melakukan revitalisasi terhadap kawasan perikanan budidaya di 12 kabupaten di Indonesia.

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Arik Wibowo menyatakan, program ini bertujuan untuk mendukung beroperasinya sistem produksi perikanan budidaya khususnya udang yang menerapkan teknologi budidaya ikan berkelanjutan.

"Revitalisasi kawasan perikanan budidaya tahun ini akan difokuskan di 12 kabupaten, yaitu untuk rehabilitasi saluran irigasi tersier tambak udang Vannamei," kata Arik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 14 April 2017.

Rehabilitasi saluran irigasi tersier tambak udang Vannamei ini, katanya dilakukan di Kabupaten Mamuju Utara, Lampung Timur, dan Kolaka. Sedangkan windu di Kutai Kartanegara, Pangandaran, dan Kota Tarakan.

Baca: KKP Fokus Bangun Kawasan Budidaya Air Payau

Untuk program silvofishery (polikulture udang windu, bandeng dan rumput laut) di Bekasi. Sementara  untuk kolam Udang Galah akan dilakukan Kabupaten Pangandaran, Garut, Banjar, Ciamis, Subang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Dengan revitalisasi kawasan perikanan budidaya ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas budidaya sehingga mampu menggenjot produksi dan tentunya pendapatan masyarakat pembudidaya," jelas Arik.

Ditambahkannya, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya sejak 2012 telah melakukan upaya-upaya revitalisasi tambak yang pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian PUPR.

"Program revitalisasi tambak menjadi prioritas dan hingga saat ini pelaksanaannya terus dilakukan," sambungnya.

Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Abdul Muis menyampaikan, program pembangunan luas layanan jaringan tata air tambak hingga 2016 mencapai 5.088 hektare (ha). Sedangkan realisasi program rehabilitasi jaringan tata air irigasi tambak tercatat seluas 47.726 ha.




"Sampai dengan 2016 tercatat sekitar 242.000 meter saluran yang telah direhabilitasi dengan luas lahan terlayani mencapai 12.100 ha, dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 7.020 orang," tuturnya.

Kasubdit Kelautan dan Perikanan Bappenas, Rahmat Mulianda, menyampaikan bahwa program pembangunan insfrastruktur tambak, telah masuk ke dalam program prioritas nasional pembangun kedaulatan pangan.

Menurutnya, Bappenas telah menetapkan target masing-masing pembangunan irigasi tambak, pada 2017 ditargetkan 208,39 ha dan hingga 2019 diproyeksikan seluas 304,75 ha, sedangkan untuk pembangunan jaringan tata air tambak di 2017 ditargetkan seluas 12.050 ha dan hingga 2019 dapat mencapai seluas 115.000 ha.


(AHL)