Akhir 2017, BTN Bidik Masuk Posisi Kelima Aset Bank Terbesar

Eko Nordiansyah    •    Senin, 19 Jun 2017 13:52 WIB
btn
Akhir 2017, BTN Bidik Masuk Posisi Kelima Aset Bank Terbesar
Direktur Utama BTN Maryono. ANT/Prasetyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan bisa masuk ke posisi lima besar bank dengan aset terbesar di akhir tahun ini. Keyakinan ini didapat setelah mereka berhasil menduduki posisi bank terbesar nomor enam dalam jajaran 10 bank terbesar di Indonesia per akhir 2016.  Sebelumnya BTN masuk posisi ke-10 bank dengan aset terbesar pada 2013.

"Dengan laju kinerja saat ini yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional, perseroan diyakini mampu mencatatkan nilai aset sekitar Rp253 triliun pada akhir tahun mendatang. "Dengan target aset tersebut, kami meyakini mampu menjadi bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia akhir tahun ini," ujar Direktur Utama BTN Maryono, di Jakarta, seperti diberitakan Senin 19 Juni 2017.

Untuk dapat mencapai target tersebut, Maryono menyebut pihaknya akan menjaga laju pertumbuhan kredit dan pembiayaan di level 18 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara, dari sisi penghimpunan dana, bank yang fokus pada kredit perumahan ini mematok dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di kisaran 22 persen hingga 24 persen (yoy) pada tahun ini.

Dalam memacu peningkatan penyaluran kredit, BTN turut mengambil bagian dalam meningkatkan ketersediaan rumah. Beberapa aksi dilakukan mulai dari menciptakan pengembang dan bisnis properti berkelanjutan lewat Housing Finance Center (HFC), hingga menyalurkan kredit konstruksi.

"BTN pun tak hanya menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR), tapi kami juga memberikan pinjaman untuk kebutuhan rumah tangga (home financing). Perseroan juga menyalurkan kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit konsumsi lain," jelas Maryono.

Untuk meningkatkan perolehan DPK, bank berkode emiten BBTN juga membidik segmen emerging affluent. Kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan berikisar Rp7 juta hingga Rp30 juta, kelompok masyarakat ini ditarget untuk menjadi sumber pendanaan sekaligus debitur perseroan.

Selain itu, BTN juga berupaya menghimpun DPK dari berbagai nasabah potensial dalam rantai bisnis di segmen usaha kecil dan menengah (UKM), komersial, dan korporasi. Sementara dari segi bisnis, BTN melanjutkan proses transformasi digital yang telah digelar sejak 2015, perseroan juga akan meningkatkan produktivitas cabang serta mengoptimalkan sales service model.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), saat ini BTN tengah merampingkan struktur cabang, meningkatkan budaya risiko, serta menciptakan organisasi yang berfokus pada segmen nasabah. Kemudian, dari sisi infrastruktur perseroan juga memoles infrastruktur teknologi informasi (IT), meningkatkan digitalisasi proses bisnis, serta mengintegrasikan governance, risk, and compliance (GRC) dengan four eyes principles.

Sebagai wujud komitmen, perseroan menjadi integrator Program Sejuta Rumah milik Pemerintahan Joko Widodo. Adapun, sebagai integrator program tersebut, BTN tercatat telah menyalurkan kredit untuk 302.231 unit rumah pada periode Januari-April 2017. Rinciannya, perseroan telah menyalurkan KPR untuk 61.496 unit rumah.

Hingga April 2017, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 18 persen (yoy) menjadi Rp170,45 triliun. Laju kenaikan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional sebesar 9,3 persen (yoy) per April 2017. DPK BTN pun melesat di level 21,82 persen (yoy) atau naik dari Rp129,29 triliun pada April 2016 menjadi Rp157,52 triliun di periode yang sama tahun ini.


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA