Investasi Riset, Kunci Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 02 Nov 2018 16:07 WIB
Berita Kemendag
Investasi Riset, Kunci Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit
Mendag Enggartiasto Lukita (Foto:Dok.Kemendag)

Bali: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan pentingnya investasi riset kelapa sawit. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan produk minyak kelapa sawit yang diperlukan oleh industri dan pengguna mancanegara.

"Untuk meningkatkan ekspor komoditas kelapa sawit, kita harus mampu menciptakan kebutuhan dan membuka pasar ekspor di mancanegara. Kuncinya adalah melalui investasi riset dan pengembangan kelapa sawit," ujar Enggar pada Koneferensi Minyak Kelapa Sawit Indonesia, di Nusa Dua, Bali, 1 November 2018.

Berbagai investasi atas riset dan pengembangan dapat dilakukan untuk menciptakan produk minyak kelapa sawit yang dapat memberikan kontribusi terhadap biofuel generasi kedua yang berkelanjutan. Selain itu, juga perlu dilakukan pengembangan riset atas dampak minyak kelapa sawit terhadap kesehatan, riset terhadap bioavtur, serta berpartisipasi aktif dalam Kelompok Pengguna Bahan Bakar Aviasi yang berkelanjutan (SAFUG) dan Asosiasi Organisasi Sektor Industri Kelapa Sawit (Roundtable for Sustainable Biofuels/RSB)

"Hal ini penting dilakukan, mengingat konsumen kini adalah konsumen terdidik dan memiliki kesadaran tinggi tentang lingkungan hidup, sehingga membutuhkan produk yang lebih sehat, lebih aman, dan ramah lingkungan," katanya.

Minyak kelapa sawit bukan sekadar produk bagi Indonesia dan dunia. Minyak kelapa sawit memiliki peran penting dalam bidang ekonomi dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan.

Namun seiring perkembangan industri minyak kelapa sawit, kampanye negatif semakin kencang dihembuskan oleh negara maju. Tiga isu utama yang kerap dimainkan, yakni isu kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah juga berupaya sebaik mungkin melalui berbagai cara diplomatik untuk menghentikan kampanye negatif tersebut dan menciptakan gambaran yang lebih obyektif tentang minyak kelapa sawit. Salah satunya adalah dengan memprioritaskan bidang minyak kelapa sawit di setiap perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan negara lain.

Tahun lalu, minyak kelapa sawit menyumbang 13,7 persen dari total pendapatan ekspor Indonesia sebesar USD168,8 miliar dan menjadi sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, serta memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.


(ROS)

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA