Dua Tips Terhindar dari Investasi Bodong ala Muliaman

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Mar 2018 18:06 WIB
investasi bodong
Dua Tips Terhindar dari Investasi Bodong ala Muliaman
Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad memberikan dua tips agar masyarakat terhindar dari penawaran produk atau kegiatan usaha entitas yang tak memiliki izin usaha alias bodong.

Pertama edukasi keuangan menjadi bagian terpenting sehingga masyarakat memiliki banyak opsi dalam berinvestasi. Masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang keuangan dipastikan tak terjebak dalam investasi bodong karena permintaannya telah dibatasi.

"Tapi ditawari orang, tapi orangnya sudah paham kan berkurang juga. Jadi edukasi keuangan kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak boleh terhenti," kata Muliaman saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Cara kedua, masyarakat diminta melakukan konfirmasi ke OJK terkait produk investasi yang ditawarkan oleh sejumlah entitas. Jika entitas tersebut tak memiliki izin dari OJK, maka dipastikan entitas tersebut palsu.

"Makanya OJK buat call center untuk bertanya. Ada nomornya saya masih ingat 1500655. Di situlah akses masyarakat kepada info investasi dibuka," tuturnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran produk atau kegiatan usaha dari 57 entitas yang tak memiliki izin usaha alias bodong. Jumlah itu terdiri dari 33 entitas di bidang forex/futures trading, sembilan entitas di bidang cryptocurrency, delapan entitas di bidang multi level marketing, dan tujuh entitas di bidang lainnya.

Imbauan dikeluarkan lantaran kegiatan investasi bodong merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

 


(AHL)