Selama 68 Tahun, BTN Gelontorkan Kredit Rp437 Triliun

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 11 Feb 2018 14:54 WIB
btn
Selama 68 Tahun, BTN Gelontorkan Kredit Rp437 Triliun
Dirut BTN Maryono (kanan) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno. (Dok: BTN).

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengklaim telah menyalurkan kredit sekitar Rp437 triliun selama 68 tahun sejak perseroan berdiri. Sejak kali pertama mengucurkan kredit ke masyarakat yaitu pada 1976, total kredit yang digelontorkan tersebut telah dinikmati oleh hampir 4,5 juta masyarakat Indonesia.

Kredit tersebut dinilai berdampak kepada banyak lini industri terutama sektor perumahan. Alhasil sektor lain yang bersinggungan dengan pembiayaan perumahan yang disalurkan BTN ikut terkerek naik. Sebagai agent of development, BTN ikut andil menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Core business BTN adalah pembiayaan perumahan dan industri turunannya. Ini telah dijalankan perseroan sejak 1976. Selama 68 tahun BTN hadir di negeri ini adalah bukti kerja perseroan dan dinikmati khususnya oleh masyarakat menengah bawah (MBR) yang kami berikan akses pembiayaan melalui KPR BTN," ujar Direktur Utama BTN Maryono usai mengikuti kegiatan funwalkdalam rangka HUT ke-68 BTN bersama Menteri BUMN Rini M Soemarno, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, 11 Februari 2018.

Menurut dia, peran BTN dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat tidak dapat dipungkiri. Selama mengawal program rumah untuk rakyat tersebut, peran BTN selalu paling signifikan. Walaupun peran itu didistribusikan kepada seluruh bank, porsi BTN selalu mendominasi lebih dari 95 persen.

"Hal ini merupakan bukti nyata bahwa sejak awal BTN berdiri memang sudah siap untuk memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan papan bagi rakyat. BTN terhitung konsisten dengan core business yang dianut. Pembiayaan rumah sudah menjadi pilihan bisnis utama perseroan dan terbukti membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat, ekonomi nasional maupun perusahaan," jelas dia.

Menurut Maryono, perseroan akan terus berkarya lebih baik dan memegang komitmen memberikan dukungan untuk program satu juta rumah yang diinisiasi oleh Presiden RI. Usia 68 tahun BTN akan menjadi momentum bagaimana perseroan dapat memberikan akses yang cepat dan mudah bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak. BTN juga membantu pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan, dimana tugas ini juga diemban pihak lain yang terkait dengan pembangunan dan pembiayaan perumahan.

"Ini penting dan menjadi tugas kita untuk bersama-sama menyelesaikan masalahkebutuhan rumah rakyat," tambahnya.

BTN 68 Tahun

Sementara itu pada acara perayaan HUT, funwalk yang digelar BTN diikuti oleh lebih dari 6.800 peserta yang berasal dari perwakilan pegawai dan keluarga seluruh Indonesia. Funwalk mengambil rute berjarak tempuh 6,8 KM. Selain itu BTN juga melakukan revitalisasi Museum BTN. Pada kesempatan yang sama BTN meluncurkan portal baru bernama https://rumahmurahbtn.com untuk menjual aset-aset properti untuk umum, di antaranya rumah lelang, rumah bekas, apartemen, dan sebagainya.

Adapun aset properti yang dijual tersebut merupakan agunan dari debitur kredit konsumer maupun kredit komersial. Situs https://rumahmurahbtn.com maupun aplikasi rumah murah BTN akan mempermudah konsumen untuk mencari aset yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Ini sekaligus sebagai upaya perseroan untuk memperbaiki rasio kredit bermasalah sekaligus  mendongkrak laba.

Penjualan aset properti dalam rangka pemulihan aset terhitung laris. Pada 2017 lalu penjualannya mencapai hampir 18 ribu unit dengan nilai kurang lebih Rp 1,7 triliun. "Jadi portal ini melengkapi portal kami sebelumnya yaitu www.btnproperti.co.id yang makin dipercaya konsumen untuk memproses KPR. Harapannya portal baru ini bisa sesukses portal kami sebelumnya," tutur Maryono.

Menteri BUMN Rini M Soemarno menambahkan Kementerian BUMN sangat mengapresiasi BTN, terutama atas kinerja yang positif dan peningkatan pelaksanaan Good Corporate Governance.

"Kalau bisa dalam tiga tahun aset BTN ditingkatkan tiga kali lipat dari posisi saat ini atau diatas Rp500 triliun karena harus mengejar kebutuhan rumah masyarakat. Semakin besar aset, maka makin besar kredit yang akan dapat disalurkan BTN," pungkas Rini.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA