Perjuangan Erick Tohir dalam Asian Games

Arif Wicaksono    •    Minggu, 03 Dec 2017 15:00 WIB
asian games
Perjuangan Erick Tohir dalam Asian Games
Erick Thohir . (Metrotvnews.com/Alfa Mandalika).

Jakarta: Ketika Erick Thohir, 47, mengambil alih posisi sebagai ketua panitia Asian Games tahun depan di Jakarta. Dia merasa gusar.

Jakarta memiliki catatan buruk dalam melaksanakan acara olahraga. Pelaksanaan SEA Games 2011 berakhir dalam bencana ketika dua orang meninggal pada final sepak bola yang mempertemukan Indonesia dan Malaysia.

Pengalaman itu mendorong Thohir untuk menetapkan persyaratan ketat ketika Presiden RI Joko Widodo memintanya untuk mengambil pekerjaan ini pada awal 2015.

Thohir, yang merupakan pendiri dan ketua perusahaan media Mahaka Group, akan mengadakan pertunjukan tanpa tanggung jawab untuk menyediakan tempat bagi para atlet.

"Saya berkata kepada Pak Presiden, saya bukan Superman, saya senang menawarkan keahlian saya, tapi jika saya harus memastikan bahwa tempat tersebut selesai dan para atlet dipersiapkan, lupakan saja," kenang Thohir dikutip dari Forbes, Minggu, 3 Desember 2017.

Hanya sedikit orang di Indonesia yang lebih cocok untuk tugas itu. Thohir, saudara Garibaldi "Boy" Thohir (orang terkaya ke-23 di Indonesia), yang mengelola Adaro Energy, adalah satu-satunya orang Indonesia yang memiliki saham di tim olahraga internasional.

Dia adalah pemegang saham di DC United, tim sepak bola AS, dan juga telah aktif dalam perdagangan saham di tim basket Philadelphia 76ers.

Pada 2013, dia membeli 70 persen saham di klub sepak bola Italia Inter Milan (membuat Thohir menjadi orang Indonesia pertama yang menguasai tim olahraga besar Eropa), yang kemudian menjual sebagian besar saham pada 2016 untuk lebih fokus pada perannya di  Asian Games meskipun dia masih menjadi presiden Inter Milan.

Meskipun sempat diragukan karena mundurnya calon tuan rumah seperti Vietnam dalam event ini, sejumlah atraksi seperti penampilan K-Pop Girls Generation dan aksi Presiden Joko Widodo yang memamerkan keterampilan memanah dalam countdown Asian Games 2018 telah membangkitkan semangat masyarakat.

Aplikasi online Grab juga ikut berkontribusi dengan menyumbangkan dana sebesar USD80 juta untuk mengimbangi pemotongan anggaran pemerintah terhadap proyek ini.

"Olahraga menciptakan antusiasme," kata Thohir.


(SAW)