Pengusaha Tiongkok Tertarik Investasi Mutiara di NTT

   •    Senin, 04 Dec 2017 14:22 WIB
tiongkok
Pengusaha Tiongkok Tertarik Investasi Mutiara di NTT
Mutiara. ANT/R. Rekotomo.

Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan investasi mutiara di provinsi itu segera ditindaklanjuti oleh pengusaha dari Tiongkok.

"Dari berbagai potensi yang kami tawarkan ke para pengusaha di Tiongkok beberapa waktu lalu, yang segera ditindaklanjuti yaitu investasi budidaya mutiara laut," kata Gubenur Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, dikutip dari Antara, Senin, 4 Desember 2017.

Ia mengatakan kunjungan delegasi bisnis ke negeri Tirai Bambu itu merupakan kesempatan berharga karena pihaknya bisa bertemu dan mempromosikan secara langsung berbagai potensi investasi di provinsi setempat kepada para pengusaha besar. Dia  juga mengaku sedang mempersiapkan MoU antara Provinsi Zhejiang dan Provinsi NTT yang dilakukan pada awal 2018.

Dari berbagai potensi investasi yang dipromosikan seperti sektor peternakan, pariwisata, energi dan lainnya, katanya, ada pengusaha yang telah menyatakan minatnya untuk investasi budidaya mutiara laut.

"Ada banyak tempat di NTT yang kami siapkan untuk mendukung budidaya mutiara yang diminati investor ini, ada yang izinnya sudah ada tapi belum jalan dan seterusnya, nanti kami akan lihat," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Samuel Rebo menyebut pengusaha mutiara terbesar di Tiongkok yang hendak berinvestasi budidaya mutiara di daerah itu yaitu Chen Haijun.

"Pemilik perusahaan Chen Haijun akan datang ke NTT pada Januari 2018 untuk melihat potensi untuk mengembangkan budidaya mutiara air laut," jelasnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini sementara menyiapkan berbagai informasi yang dibutuhkan, serta telah menghubungi investor tersebut untuk segera mengajukan izin ke BKPM RI.

"Pemerintah Provinsi NTT akan memback up untuk pengurusan izin di Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta," katanya.

Ia menambahkan, tidak lanjut lainjya dari pertemuan bisnis itu yakni mendorong pengembangan pariwisata di mana akan diupayakan adanya penerbangan langsung Tiongkok-Labuan Bajo dengan pesawat carter.

Namun untuk penerbangan langsung, landasan bandara harus panjang minimal 3.000 meter, sementara saat ini ada panjang landasan 2.350 meter.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA