Mantan Kepala BIN Hendropriyono Bakal Ikut Amnesti Pajak

Husen Miftahudin    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:10 WIB
tax amnesty
Mantan Kepala BIN Hendropriyono Bakal Ikut Amnesti Pajak
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Program amnesti pajak bukan hanya untuk para pengusaha, melainkan untuk semua Wajib Pajak (WP). Salah satu WP di luar pengusaha yang akan ikut amnesti pajak adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Makhmud Hendropriyono.

Hendro akan langsung mendatangi Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, untuk melaporkan hartanya. Dia dijadwalkan akan datang pada hari ini pukul 12.30 WIB.

Menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang yang lulus pada 1967, nama Hendripriyono terus mencuat dan didapuk sebagai nahkoda BIN era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono pada 2001-2004.

Usai pensiun dari dunia intelijen, Hendro duduk di posisi penting beberapa perusahaan seperti CEO PT Adiperkasa Citra Lestari dari 2014 hingga sekarang. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ini pernah mencuat lantaran berkolaborasi untuk membuat mobil nasional dengan perusahaan otomotif asal negeri jiran, Proton Holdings Berhad (Bhd).

Baca: Menkeu Minta MK Tolak Gugatan Tax Amnesty

Dalam laman Hendropriyono & Associates, Hendro mulai terjun ke dunia bisnis dari kantor hukum Hendropriyono Law Office pada 2001. Namun pada November 2006, nama itu diganti menjadi Hendropriyono and Associates yang diresmikan oleh Wakil Presiden Megawati. Setahun kemudian, nama perusahaan kembali diubah menjadi Hendropriyono Coorporation Indonesia.

Baca: Ikuti Tax Amnesty, Pengusaha Baru Laporkan 60-70% Harta

Dalam perkembangannya, perusahaan Hendro itu terus tumbuh hingga melahirkan beberapa lini bisnis lainnya. Misalnya PT Maroci Lines yang didirikan pada 2005. Perusahaan ini bergerak dalam bidang manajemen kelautan, industri dan kapal lepas pantai. Di perusahaan ini, Hendro tercatat sebagai presiden direktur.

Kemudian PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah Tbk dan menjadi pemenang tender dalam proyek wisma atlet Hambalang, Bogor. Di perusahaan konstruksi tersebut, kini Hendropriyono duduk sebagai komisaris utama.

Selain itu, dari 2010 hingga sekarang Hendro tercatat sebagai Chairman Andalusia Group yang memiliki beberapa perusahaan seperti PT Andalusia Antar Benua, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman uang dan perdagangan valuta asing, baik untuk pasar lokal Indonesia maupun internasional.

Berdasarkan catatan Metrotvnews.com, sebelum Hendro, sejumlah nama pengusaha ternama Indonesia juga telah ikut program amnesti pajak. Di antaranya adalah Sofjan Wanandi, James Riady, Garibaldi Thohir, Erick Thohir, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, serta Murdaya Widyawimarta Poo.

Baca: Menghadapi Penghambat Amnesti Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melalui laman resminya mencatat, hingga hari ini jumlah deklarasi harta amnesi pajak tembus Rp1.134 triliun atau mencapai lebih dari 25 persen dari target yang ditetapkan sebanyak Rp4.000 triliun.

Sementara uang tebusan Surat Pelaporan Hata (SPh) yang berhasil dikumpulkan Ditjen Pajak sebanyak Rp27,2 triliun. Surat Setoran Pajak (SPP) sebanyak Rp32,1 triliun, serta repatriasi sebesar Rp58,7 triliun. Sedangkan jumlah WP yang telah mengikuti program amnesti pajak sudah sebanyak 99.249 orang.

 


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA