Amankan Harga Minyak

Mendag Kumpulkan CEO Minyak Sawit dan Minyak Goreng

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Apr 2017 16:35 WIB
kelapa sawit
Mendag Kumpulkan CEO Minyak Sawit dan Minyak Goreng
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (ANTARA/Widodo S. Jusuf).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan, Enggartisto Lukita mengumpulkan CEO produsen minyak sawit dan minyak goreng untuk mengamankan harga minyak dipasaran.

Dia meminta para CEO itu menggenjot produksi minyak goreng sebab permintaan minyak goreng semenjak diberlakukannya Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar retail modern terus melonjak. Sejak 10 April lalu saat diberlakukan HET untuk minyak goreng sebesar Rp11.000 per liter permintaan minyak goreng terus mengalami peningkatan. 

"Kami meminta pengusaha untuk meningkatkan produksi migor kemasan sederhana dan migor curah," kata Enggartiasto di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Menurutnya, dengan menggelontorkan produksi dan menerapkan harga minyak goreng sesuai HET tidak akan merugikan produsen. Sebab, berdasarkan data saat ini harga Crude Palm Oil (CPO) pun mengalami penurunan. 

"Kami diberitahu bahwa harga pasar internasional minyak CPO itu turun, jadi tidak ada problem di sisi harga dan stok," ucap Enggartiasto.

Menanggapi permintaan pemerintah, seluruh CEO yang hadir dalam acara tersebut menyetujui dan siap mempercepat produksi untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di masyarakat.

"Seluruh program pak menteri dalam menyediakan produk minyak goreng yang diarahkan untuk daerah kami mendukung semuanya," kata Franciscus Welirang mewakili Salim Group.

Hal yang sama juga dikatakan perwakilan Sinarmas Group, Franky Wijaya menuturkan siap menggelontorkan produksi minyak goreng lebih banyak lagi. Ia juga sudah mengestimasikan kebutuhan minyak goreng di Indonesia dalam satu tahun sekitar 3,5 juta ton. Melalui upaya ini, ia yakin kebutuhan minyak goreng sangat cukup untuk setengah tahun.

"Bahwa sebetulnya konsumsi minyak curah estimasi teman2 3,5 juta per tahun. Jadi yang dicanangkan pak menteri itu sangat cukup untuk setengah tahun. Tinggal distribusinya biar lancar saja," kata Franky.

Adapun, beberapa pengusaha lain yang hadir adalah perwakilan Rajawali Group, Peter Sondakh; Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio; Chairman Musim Mas Group, Bachtiar Karim; Komisaris Wilmar Group, Tumanggor; Komisaris Sampoerna Group, Soetjahjono Winarko; CEO Triputra Agro Persada, Arif Rachmat; CEO Harita Group Gunawan Lim, dan Direktur Utama PT Astra Agro Lestari.



(SAW)