Ketersediaan Lahan jadi Kendala Penyediaan Program Rumah Subsidi

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 11 Aug 2017 19:01 WIB
propertiprogram sejuta rumah
Ketersediaan Lahan jadi Kendala Penyediaan Program Rumah Subsidi
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengakui jika salah satu kesulitan menyediakan rumah subsidi adalah keterbatasan lahan. Masalah ini tentunya menjadi perhatian serius oleh pemerintah sehingga program sejuta rumah dapat dicapai.

"Untuk itu daerah menyiapkan bank tanah atau land bank sehingga ketika ada pembangunan sudah tersedia tanahnya," kata dia di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Selain masalah lahan untuk mewujudkan rumah subsidi adalah terkait dengan perencanaan dan pengendalaan tata ruang. Pasalnya selama ini integrasi antara ketersediaan perumahan dengan fasilitas publik tidak seimbang.

"Banyak pengembang menarik diri karena susah mendapatkan fasilitas air bersih atau tidak terintegrasi dengan transportasi umum. Ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melihat itu semua agar pembangunan bisa berjalan dengan maksimal," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah sangat berkonsentrasi untuk menyediakan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan belanja perumahan mencapai Rp74 triliun dari 2015 sampai 2019.

"Mestinya dengan belanja yang besar itu pergerakan di properti bisa melaju kencang. Belum lagi ada subsidi FLPP dari pemerintah kepada masyarakat yang menginginkan untuk bisa membeli rumah dengan harga yang baik dan tidak terbebani oleh bunga," pungkasnya.

Data dari Kementerian PUPR menyebut pembiayaan untuk KPR bersubsidi dari tahun 2015 sampai dengan Juli 2017 dengan realisasi sebesar 430 ribu unit melalui skema Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Selisih Bantuan Uang Muka (SBUM).


(AHL)