BTN Komitmen jadi Integrator Utama Program Sejuta Rumah

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 14 Sep 2017 18:53 WIB
btn
BTN Komitmen jadi Integrator Utama Program Sejuta Rumah
Dirut BTN Maryono (kiri) bersama Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan. (FOTO: dokumentasi BTN)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus menjaga ritme performa yang telah tercipta. Di samping meningkatkan soliditas para jajaran pimpinan kantor cabang dan kantor wilayah BTN serta menegakkan kepatuhan dan Good Corporate Governance (GCG).

Selain itu, perseroan juga berkomitmen menjadi integrator utama program satu juta rumah, memacu kredit pemilikan rumah (KPR) mikro, fokus ke digital banking, dan melihat peluang untuk menurunkan suku bunga baik simpanan serta kredit sesuai arahan Pemerintah.

"Ini sejalan dengan apresiasi yang diberikan kepada BTN, di mana BTN meraih lima penghargaan dalam ajang Indonesia Banking Award (IBA) 2107," tutur Direktur Utama BTN Maryono dalam siaran persnya, Kamis 14 September 2017.

Menurut dia, penghargaaan ini mengukuhkan optimisme perseroan untuk mampu melanjutkan catatan kinerja positif dan mencapai target bisnis perseroan pada akhir tahun nanti. Optimisme tersebut juga didorong oleh berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan BTN.

"Penghargaan yang diberikan kepada perseroan dalam IBA 2017 pun menjadi momentum untuk  memacu kinerja lebih baik sampai dengan akhir tahun. Kami menjadi lebih bersemangat untuk bekerja lebih keras lagi dengan apresiasi IBA 2017 yang diberikan kepada BTN," jelas Maryono.

Maryono menjelaskan penghargaan tersebut menunjukkan performa perseroan selama ini mendapat pengakuan dari masyarakat dan juri. Adapun, pada penyelenggaraan IBA 2017 tersebut, perseroan menyabet hingga lima penghargaan sekaligus. Penghargaan yang diterima BTN antara lain untuk  kategori The Most Efficient Bank, The Best Bank in Digital Services, The Best Bank in Retail Banking Services, The Best Sharia Business Unit, dan Best Bank in Productivity.

"Kami optimistis dan menjadi lebih bersemangat untuk mencapai hasil lebih baik pada akhir 2017 nanti," tutur Maryono.

Penurunan Suku Bunga

Memasuki awal paruh kedua tahun ini, pertumbuhan penyaluran kredit bank yang berfokus di sektor perumahan tesebut pun terus melaju. Pada Agustus 2017 saja, BTN telah menyalurkan kredit KPR (monthly disbursement) untuk sekitar 22.666 unit atau melesat 62,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Secara nilai, penyaluran KPR pada Agustus 2017 tersebut setara Rp3,65 triliun atau naik 66,2 persen yoy. Penyaluran KPR BTN subsidi pada Agustus 2017 pun mencatatkan lonjakan signifikan atau naik 90,7 persen yoy menjadi sekitar Rp2,1 triliun. Kemudian, penyaluran KPR BTN nonsubsidi pada Agustus 2017 melesat 41,4 persen yoy menjadi sekitar Rp1,54 triliun.

"Pada Agustus ini kami memang banyak mengalami peningkatan di hampir seluruh elemen bisnis. Dengan capaian tersebut, kami meyakini target pertumbuhan kredit sebesar 20-22 persen akan tercapai pada tahun ini," tutur Maryono.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) tersebut pun mengungkapkan masih ada ruang bagi Bank BTN untuk menurunkan suku bunga baik dana pihak ketiga (DPK) maupun kredit sesuai dengan arahan Pemerintah. Apalagi, Maryono menilai penurunan suku bunga tersebut memiliki dampak berlipat seperti peningkatan daya beli hingga penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

"Kami melihat masih ada ruang untuk penurunan itu. Namun, kami berharap ada inisiator agar penurunan bunga ini agar dilakukan seluruh bank secara bersama-sama. Intinya kami akan mendukung itu karena akan membawa suatu kondisi ekonomi yang kondusif yang berujung pada tujuan yang baik bagi semua," tegasnya.


(AHL)