Permintaan untuk Hunian Vertikal Masih Rendah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 17 May 2017 14:56 WIB
apartemenhunian jakarta
Permintaan untuk Hunian Vertikal Masih Rendah
Illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk (DILD) Theresia Rustandi memastikan pangsa pasar hunian vertikal masih sangat rendah. Sebab, tingkat permintaan ‎hunian vertikal atau apartemen masih belum tinggi, bila dibanding perumahan murah yang saat ini lagi menggeliat peningkatannya.

"Hunian vertikal kita di Jakarta dan Surabaya yang banyak. Tapi permintaan masih lemah (hunian vertikal). Sekarang ini kami sedang menunggu market saja untuk perumahan vertikal," kata Theresia, ‎ditemui dalam seminar 'Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property' di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Pada saat ini, menurut Theresia, perseroan memiliki kawasan hunian vertikal di Jakarta Selatan, letak percisnya ada di daerah Gandaria yaitu One Park Avenue. Nantinya, apartemen juga akan dibandung di kawasan South Quarter yang berada di TB Simatupang, Jakarta Selatan.

"South Quarter masih nunggu, One Park sudah ada terbangun. Surabaya banyak juga hunian vertikal. Untuk market daerah lain belum. Di Jakarta Pusat juga ada di daerah Kebon Melati yang akan dibangun, tapi kita juga masih nunggu market," papar Theresia.

‎Lanjut dia, perseroan dalam membangun properti harus melihat pangsa pasarnya terlebih dahulu. Dengan begitu, akan terlihat seberapa banyak properti tersebut habis terjual atau tidak.

Bukan hanya proyek hunian vertikal, Theresia mengaku, perseroan juga memiliki perumahan landed yang berada di Talaga Bestari, Tangerang. Komplek hunian di daerah tersebut sudah hampir semua terjual, tapi ada beberapa rumah yang masih bisa dibeli untuk konsumen.

"Harga yang rumah yang di Talaga Bestari sekitar Rp300 juta sampai 500 juta. Ada juga rumah harga Rp1 miliar dan laku, itu terlihat cukup oke dan diminati oleh konsumen," pungkas Theresia.


(SAW)