BI: NPI Surplus Imbas Harga Komoditi yang Stabil

Desi Angriani    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:28 WIB
neraca perdagangan indonesia
BI: NPI Surplus Imbas Harga Komoditi yang Stabil
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2017 mengalami surplus sebesar USD1,72 miliar. Jumlah tersebut merupakan surplus bulanan terbesar sejak 2012.

Menurut Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo, surplus neraca perdagangan Indonesia dipengaruhi tingginya pertumbuhan ekspor. Ekspor yang cukup tinggi merupakan dampak dari stabilnya harga bahan pokok.

"Itu lebih karena ekspornya tumbuh cukup baik karena dampak dari harga komoditi masih cukup baik," kata Dody di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Sementara itu, angka impor yang turun 2,88 persen dibandingkan Juli 2017 atau sebesar USD13,49 miliar dinilai tidak akan mempengaruhi investasi. Turunnya impor, kata Dody, akibat rendahnya nilai konsumsi masyarakat pascalebaran.

Meski impor turun, ekonomi tercatat terus tumbuh dan angka konsumsi perlahan membaik meski tidak signifikan. Hal itu tercermin dari penjualan kendaraan roda dua yang meningkat pada Juli 2017.

Baca: Agustus 2017, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD1,72 Miliar

"Sementara impornya memang kita kan pengaruh impor yang turun setelah bulan lalu Lebaran impor konsumsi memang tinggi karena terkait sama hari raya Lebaran," tuturnya.

Adapun surplus neraca perdagangan pada Agustus 2017 didorong surplus sektor nonmigas yang tercatat sebesar USD2,41 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan sektor migas mengalami defisit sebesar USD0,68 miliar.

Sedangkan dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia juga mengalami surplus sebesar 33,50 juta ton pada Agustus 2017. Ini didorong surplus neraca sektor nonmigas sebesar 34,21 juta ton, namun neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,72 juta ton.

Ekspor Indonesia pada Agustus 2017 meningkat 11,73 persen dibanding Juli 2017, yakni dari USD13,61 miliar menjadi USD15,20 miliar. Peningkatan ekspor didorong peningkatan ekspor minyak mentah dan ekspor gas.


(AHL)