Potensi Perang Dagang Tiongkok-AS

AKIDA Sebut Harga Bahan Baku Mulai Naik

Kautsar Widya Prabowo    •    Kamis, 12 Apr 2018 08:24 WIB
ekonomi indonesia
AKIDA Sebut Harga Bahan Baku Mulai Naik
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Jakarta: Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (AKIDA) mengklaim telah merasakan dampak akibat dari potensi terjadinya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Salah satu dampak yang dimaksudkan yakni kenaikan harga bahan baku.

Ketua AKIDA Michael Susanto Pardi menegaskan pihaknya terus mengamati dampak kenaikan tersebut. "Bahan baku dari Tiongkok agak mahal dibandingkan dengan tahun lalu. Yang jelas akan ada perubahan signifikan dan kita masih amati," ujarnya, di Hotel Ibis Hayamuruk, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Meski demikian, ia menilai, ada sisi positif yang bisa diambil dari peristiwa tersebut yaitu produk kimia dalam negeri menjadi lebih kompetitif dari harga produk Tiongkok. "Harga produksi kita jadi sama, sehingga produk dalam negeri aman," tukasnya.

Namun sisi negatifnya, lanjutnya, sebanyak 50 persen kebutuhan produk kimia masih impor sehingga membutuhkan penambahan modal. Tentu hal semacam ini perlu diperhatikan agar tidak memberikan efek negatif lebih dalam terhadap aktivitas perekonomian di Indonesia.

Senada dengan AKIDA, Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia menjelaskan, ekspor baja dan almunium ke Tiongkok terbilang kecil dan yang besar justru ke Kanada. Namun tidak ditampik ada konsekuensi dari perang dagang lantaran Kanada akan merasakan tingginya harga produksi pembuatan pesawat.

"Mereka terapkan bea masuk yang tinggi. Sementara alumunium digunakan untuk pesawat. Jadinya peswat mereka mahal," tegasnya.

Sebelumnya sektor otomotif dan kimia masuk dalam lima sektor manufaktur untuk penerapan awal industri 4.0. Adapun tiga sektor lainya seperti makanan dan minuman, indusrtri tekstil dan pakaian, serta industri elektronik.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA