Kemendag Benahi Sistem Informasi Panen Pangan

Dheri Agriesta    •    Senin, 09 Apr 2018 17:01 WIB
pangan
Kemendag Benahi Sistem Informasi Panen Pangan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Medcom /Annisa Ayu.

Jakarta: Kementerian Perdagangan (kemendag) akan membenahi sistem informasi panen pangan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah distribusi hasil panen yang rumit. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menemukan distribusi panen pangan yang berbelit di sejumlah daerah. Tak jarang, hasil panen dari daerah Jawa Tengah dikirim ke Jakarta lebih dulu, lalu kemudian dikirim kembali ke salah satu kota di Jawa Tengah.

"(Seperti) beras dari Indonesia timur dikirim ke Jawa, dari Jawa balik ke sana, itu putar-putar aja, jalan-jalan berwisata," kata Enggartiasto di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 9 April 2018.

Distribusi yang berbelit ini telah terjadi selama puluhan tahun. Kementerian Perdagangan pun telah mengetahui akar masalah distribusi yang berbelit itu.

Enggar mengatakan, hal ini membuat ongkos distribusi membengkak. Padahal, salah satu kota yang membutuhkan hasil panen pangan tertentu bisa langsung membeli ke hulu. 

"Kalau sekarang ada datanya, dan sudah dibenahi sistem informasinya. Misalnya, Ngawi kapan panen, Banyuwangi, Sidrap kapan panen, ada daerah yang tak pernah panen, Jakarta," jelas dia.

Setelah memiliki data itu, pemerintah bisa mengatur penyimpanan dan pengiriman komoditas yang dibutuhkan. "Nanti kapan akan dibutuhkannya nanti pengaturannya dan penyimpanannya," jelas Enggar.


(SAW)