BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

   •    Senin, 21 May 2018 19:54 WIB
pesantrenkementerian bumn
BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Garut: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyatakan perusahaan milik negara (BUMN) di Indonesia siap bersinergi membangun kemandirian pondok pesantren sebagai upaya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

"Kami di BUMN 143 perusahaan coba sinergi tingkatkan kinerja supaya membantu masyarakat luas," kata Rini saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul Arqom di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seperti dikutip dari Antara, Senin, 21 Mei 2018.

Ia menuturkan, kunjungannya dalam rangka ingin bertemu langsung dengan pengurus pondok pesantren sebagai bagian dari elemen masyarakat.

Rini menyampaikan, kemandirian pondok pesantren perlu didukung, sehingga kedatangannya itu ingin berkoordinasi dengan pengurus pesantren untuk membahas program yang dapat dikerjasamakan dengan BUMN.

"Saya ingin tatap muka ke elemen masyarakat, koordinasi apa yang bisa kami lakukan," katanya.

Ia menyampaikan, Darul Arqom yang kuat dengan pola pendidikannya dapat terus dikembangkan pendidikannya ke arah pelatihan usaha agar para santrinya bisa mandiri.

"Pesantren Muhammadiyah dikenal pendidikannya sehingga makin pandai dan cerdas, bagaimana perkuat Ponpes mandiri agar punya usaha tambahan," tegasnya.

Ia menyampaikan, salah satu program yang dapat disinergikan yaitu menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk membuat SPBU mini di Pesantren Darul Arqom. "Nanti dibangun BBM Mart kerja sama dengan Pertamina, dilihat usaha lainnya, epliji atau apa," tuturnya.

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqom Agus Yusuf mendukung adanya program bantuan dari Kementerian BUMN untuk pesantren. Menurut dia, bantuan yang digulirkan dari BUMN dapat mendukung kemandirian santri dalam mengembangkan usaha.

"Kami tunggu bantuannya, baik yang sudah diprogramkan atau yang nanti diajukan, semoga ini mendukung kemandirian santri," ujarnya.

Sementara itu, Pesantren Darul Arqom sudah berdiri sejak 1976, namun mulai menerima santri pada 1978 dengan jumlah awal 50 santri. Hingga saat ini jumlah total santriwan dan santriwati mencapai seribuan orang dari berbagai daerah.

 


(AHL)