Perusahaan Pupuk Diminta Lakukan Efisiensi Biaya Produksi

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 11 May 2018 19:50 WIB
berita dpr
Perusahaan Pupuk Diminta Lakukan Efisiensi Biaya Produksi
Menperin Airlangga Hartarto (kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), dan Wakil Ketua Komisi VI Dito Ganinduto (kanan). Foto: Dok. DPR

Palembang: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto berharap industri pupuk nasional mampu mengikuti persaingan harga pupuk global dengan biaya produksi (cost production) yang lebih efisien. 

Hal itu ia ungkapkan usai menyaksikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik pupuk Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK) milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) di Palembang, Jumat, 11 Mei 2018.

Dito berharap PT Pusri Palembang selaku anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) bisa menjalankan Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik yang baik bagi masyarakat tani.

"Dengan adanya persaingan dunia globalisasi ini, pupuk Pusri harus mengikuti tren globalisasi dalam hal efisiensi dari cost production," ujar Dito dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 11 Mei 2018.

Ia menjelaskan, dengan mengefisiensikan biaya produksi, para petani diharapkan bisa mendapatkan pupuk yang murah dan terjangkau. Hal itu sekaligus bisa mengurangi beban dari pemerintah.

Nantinya harga pupuk tidak akan lagi mendapatkan subsidi. Subsidi pupuk ditransformasikan menjadi subsidi langsung ke petani melalui Kartu Tani. Sehingga, proses produksi pupuk diharapkan lebih efisien ke depannya.

"Ini bisa juga mengurangi subsidi daripada pemerintah. Sekarang masih disubsidi," tutur Politisi Partai Golkar itu.


(ROS)