Enam Bulan Berdiri, Ini Capaian Gudang Logistik Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 19 Oct 2016 17:06 WIB
logistik
Enam Bulan Berdiri, Ini Capaian Gudang Logistik Indonesia
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi. MTVN/Suci Sedya Utami.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pusat Logistik Berikat (PLB) yang berfungsi sebagai gudang penampung bahan baku Industri sudah berdiri selama enam bulan, sejak diresmikan Presiden Joko Widodo Maret 2016.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan selama enam bulan berdiri, banyak capaian yang telah dirasakan setelah hadirnya PLB.

Pertama, kata Heru, PLB mampu menekan biaya logistik lebih efisien, terbukti dari penghematan biaya timbun sebesar 25 persen. Kedua, PLB membuat efisiensi pada kinerja logistik yang ditunjukkan dengan waktu timbun barang (dwelling time) yang bisa turun menjadi 1,2 hari.

"Ke depannya diharapkan akan di bawah satu hari dengan moto untuk barang tujuan PLB maka kita harus clearence dengan hari yang sama," kata Heru dalam sambutannya di acara Jakarta International Logistics Summit and Expo di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Ketiga, adanya capaian penghematan terutama untuk penimbunan barang migas yang bisa ditekan USD300 miliar. Keempat, hadirnya PLB membuat pasokan industri nasional terpenuhi. 

Saat ini ada 76 ribu kiloliter (KL) bahan kimia yang sudag dipindahkan ke salah satu PLB di Merak. Heru mengatakan, bahan baku untuk industri saat ini waktu clearence-nya hanya 15 menit dengan pelayanan 7x24 jam.

Kelima, adanya PLB mampu meningkatkan penerimaan perpajakan karena perusahaan yang selama ini menimbun barang di luar memindahkannya ke dalam negeri sehingga  memberikan sumbangan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar Rp1 miliar.

Keenam,  dengan dukungan Menteri Perdagangan yang memperbolehkan pemeriksaan kontainer oleh surveyor di PLB, tercatat ada 95 ribu kontainer yang wajib lapor surveyor. Ini memudahkan kontainer yang masuk ke dalam negeri. 

"Maka ada efisiensi jika kontainer sebelumnya harus diperiksa di luar negeri untuk dapat surveyor, akan menghemat biaya survey tentu hitungannya jadi lebih jelas," ucap Heru.

Di luar negeri, sambung dia, untuk memeriksa barang wajib lapor surveyor diasumsikan satu orang petugas biayanya bisa sebesar Rp7,5 juta per hari.


 


(SAW)