Nilai Ekspor Indonesia pada Februari Capai USD12,57 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 15 Mar 2017 16:26 WIB
eksporneraca perdagangan indonesia
Nilai Ekspor Indonesia pada Februari Capai USD12,57 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai ekspor Indonesia pada Februari 2017 tercatat mencapai USD12,57 miliar atau naik 11,16 persen dibanding Februari tahun lalu.

Namun dibanding Januari lalu ada penurunan 6,17 persen dari nilai sebelumnya USD13,40 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto penurunan tersebut karena faktor musiman.

Pada Februari, ekspor migas tercatat USD1,2 miliar atau turun 5,78 persen dibanding Januari. Volumenya juga mengalami penurunan 14,78 persen juga turun.

"Volumenya turun lebih dalam karena pengaruh naiknya harga minyak mentah," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 15 Maret 2017.




Begitu juga nonmigas juga turun 6,21 persen menjadi USD11,38 miliar. Sementara volumenya turun 11,18 persen.

Sedangkan secara akumulatif, yakni sebesar USD23,51 miliar. Berdasarkan pangsa pasarnya, Tiongkok masih menjadi tujuan utama yang mana nilai ekspornya mencapai USD2,91 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,78 miliar dan India USD2,34 miliar.

India memang sudah sejak Januari menggeser posisi Jepang yang biasanya ada di urutan ketiga.

"Saya melihat saat ini, karena pergeseran masih tipis, saya kira belum permanen," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo.

Namun, India bisa menjadi peluang ke depannya mengingat negara tersebut memiliki jumlah penduduk yang banyak, pertumbuhan ekonominya cepat artinya prospek ke depan jadi lebih terbuka.

"Kalau Jepang relatif stabil dan maunya yang kualitas tinggi. Kalau India dari segala kualitas bisa. Mau paling tinggi, mau paling murah bisa. Sama kaya kita kan," tutur dia.

Ekspor Indonesia ke India banyak didominasi oleh CPO dan batu bara. Oleh karenanya, lanjut Sasmito harus ada diversifikasi produk yang mesti didorong ke negara tersebut.

 


(AHL)