Pasarkan Pertalite, Ahmad Bambang Raih Marketeer of The Year 2016

Husen Miftahudin    •    Kamis, 08 Dec 2016 18:29 WIB
pertaminamark plus
Pasarkan Pertalite, Ahmad Bambang Raih Marketeer of The Year 2016
Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang didapuk sebagai sosok yang tepat mendapat penghargaan Marketeer of The Year 2016. Penghargaan tersebut diberikan saat acara 11th Annual MarkPlus Conference 2017.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kertajaya mengatakan, Ahmad Bambang dinilai sosok yang berhasil dalam memasarkan produk baru yang bisa mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Lewat produk pertalite, Ahmad Bambang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat akan produk premium.

"Ahmad Bambang mampu mengubah wajah industri minyak dan gas nasional di tengah krisis. Ahmad Bambang bersama seluruh jajaran manajemen Pertamina mampu mempertahankan dan mencatatkan kinerja yang mengesankan," ujar Hermawan, di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Ahmad Bambang juga dinilai berhasil memasarkan produk-produk downstream nonsubsidi lainnya seperti Pertamina Dex dan Elpiji 5,5 kilogram (kg). Hadirnya produk-produk nonsubsidi tersebut didasarkan karena semakin besarnya volume subsidi dan juga sebagai alternatif penggunaan minyak dan gas yang lebih baik.

Strategi yang dilakukan Ahmad Bambang itu mampu membuat laba Pertamina naik hingga 29 persen pada laporan kuartal III-2016. Laba Pertamina juga telah mengalahkan kompetitornya, yaitu Petronas dan Chevron.

Ahmad Bambang mengaku, ide awal menciptakan produk-produk downstream nonsubsidi itu ketika penggunaan minyak dan gas subsidi membludak. Ia takut penggunaan minyak dan gas subsidi oleh masyarakat melebihi kuota yang diberikan pemerintah.

"Akhirnya malah kemuculan Pertalite dapat sambutan sangat baik dari masyarakat dan mereka beralih memakai ke pertalite dari premium. Oktober 2016, market share premium turun jadi 49 persen, sedangkan pertalite naik menjadi 30 persen," jelas dia.

Saat memasarkan produk-produk itu, Ahmad Bambang mengaku menggunakan konsep marketing ide 'gila'. Artinya, pemasaran dan inovasi produk dilakukan sekreatif mungkin.

"Konsep marketing baru yang kita coba kembangkan marketing 'gila'. Marketing gila kami yakin 'gila' posisi paling tinggi di atas kreatif," tutup Bambang.


(AHL)