Pemerintah Didesak Realisasikan Skema KUR di Sektor Konstruksi

   •    Minggu, 18 Sep 2016 16:50 WIB
kur
Pemerintah Didesak Realisasikan Skema KUR di Sektor Konstruksi
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) mendesak pemerintah untuk dapat segera merealisasikan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna pengembangan sektor konstruksi di Tanah Air.

"Dulu pemerintah punya gagasan bikin skema KUR konstruksi dengan bunga yang terjangkau atau single digit. Kalau bisa segera direalisasikan," kata Sekretaris Jenderal Gapnesi Andi Rukman Karumpa dikutip dari Antara, Minggu (18/9/2016). 

Pasalnya, menurut Andi, skema pembiayaan KUR di sektor konstruksi sangat penting untuk membantu pelaksana konstruksi berskala kecil yang terbebani bunga bank yang sangat tinggi.

Dia berpendapat dengan bunga bank yang sangat tinggi saat ini, pelaksana konstruksi lokal akan susah bersaing dengan pelaksana konstruksi dari luar yang membawa dana dengan bunga bank mereka di bawah lima persen.

"Sedangkan kita disini di atas 15 persen, daya saing kita melemah, utamanya yang UKM," katanya.

Ia mengatakan pemerintah tidak perlu menyediakan pagu anggaran khusus untuk menyubsidi bunga KUR konstruksi. Sekjen Gapensi mengemukakan pemerintah cukup memasukkan usaha konstruksi masuk dalam sektor usaha penerima KUR yang selama ini telah berjalan dengan
beberapa bank berbunga sembilan persen.

Sementara itu, realisasi penyaluran KUR yakni sebesar Rp 58,78 triliun per 31 Juli 2016. Jumlah itu mencapai 53,82 persen dari target Rp 109,21 triliun. Realisasi paling besar yakni KUR mikro, yakni mencapai Rp 39,61 triliun atau 56,65 persen dari target.



(SAW)