Produk Manufaktur Indonesia akan Dipamerkan di Davao City

   •    Minggu, 18 Jun 2017 10:39 WIB
industri manufaktur
Produk Manufaktur Indonesia akan Dipamerkan di Davao City
Illustrasi. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City akan menyelenggarakan "The 1st Indonesian Manufactured Products Expo (IMPE)" pada 22-24 Juli 2017 di Indonesian Convention Center, Davao City. 

Expo ini akan menampilkan deretan produk-produk manufaktur unggulan Indonesia yang potensial untuk dipasarkan di Filipina. Di antaranya produk suku cadang otomotif, bahan konstruksi, peralatan mesin, kosmetik, pulp and paper, dan sejumlah produk manufaktur lainnya. 

Untuk menarik lebih banyak potential buyer/partner dalam Expo tersebut, KJRI telah bekerja sama dengan Davao City Chamber of Commerce and Industry Inc. (DCCCII) untuk memasukkan IMPE dalam rangkaian kegiatan Davao Investment Conference pada 21-22 Juli 2017.

baca : Kontribusi Industri Manufaktur Merosot

Oleh karena itu, para pengusaha Indonesia yang akan berpartisipasi dalam IMPE diharapkan juga turut hadir pada kegiatan Davao Investment Conference dan Business Matching pada 21 Juli 2017.

Disamping itu, guna memeriahkan Expo akan diselenggarakan pula pagelaran seni dan budaya, serta promosi pariwisata, dan penampilan Barista Indonesia dalam menyajikan kopi khas Indonesia.

Konjen RI Davao City Berlian Napitupulu mengatakan walaupun total nilai perdagangan Indonesia dan Filipina mengalami trend peningkatan sebesar 6,34 persen pada periode 2012-2016, bahkan Indonesia menduduki peringkat No.7 sebagai negara mitra utama perdagangan Filipina, namun angka tersebut masih didominasi oleh perdagangan antara Jawa dan Luzon, sebagai pusat perekenomian kedua negara.

Masalahnya, nilai perdagangan antara Filipina Selatan (Mindanao) dengan Kawasan Timur Indonesia yang notabene berbatasan langsung dengan Filipina belum berkontribusi secara signifikan terhadap perdagangan kedua negara.

Padahal kedua kawasan mempunyai potensi ekonomi yang besar. Melihat kenyataan ini dan potensi peningkatan kedepannya, Konjen Berlian menyampaikan bahwa KJRI akan melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak nilai perdagangan kedua wilayah dengan melakukan serangkaian kegiatan promosi ekonomi dan pameran dagang.

Konjen Berlian juga mengajak para awak media yang hadir untuk membantu mempromosikan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya antara Indonesia dengan Filipina Selatan. Mengingat produk-produk perdagangan kedua wilayah adalah kunci penentu keberlangsungan Roro Davao-General Santos-Bitung yang diluncurkan oleh Presiden kedua negara pada 30 April lalu.





(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA