OJK Harapkan Perusahaan Jasa Keuangan Jaga NPF

   •    Kamis, 31 Aug 2017 16:04 WIB
ojkjasa keuangan
OJK Harapkan Perusahaan Jasa Keuangan Jaga NPF
Ilustrasi (ANTARAFOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Manado: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan (Sulut) menjaga kualitas kredit dengan mempertahankan Non Performing Finance (NPF) di bawah angka lima persen.

"Kualitas kredit yang baik yakni dengan menjaga kredit macet atau NPF di bawah lima persen," kata Kepala Otoritas jasa Keuangan Sulut Gorontalo dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Kamis 31 Agustus 2017.

Dia mengatakan batas atas NPF yang ditetapkan oleh OJK yakni hanya lima persen. Artinya, perlu ada upaya dari seluruh perusahaan jasa keuangan untuk menjaga dan mengendalikan NPF di angka yang aman. "Jadi upayakan NPF harus di bawah angka lima persen," kata Elyanus.

Jika NPF di atas lima persen, katanya, berarti jasa keuangan tersebut harus mengadakan perbaikan kondisi kredit. "Karena NPF yang tinggi akan memengaruhi kualitas kredit secara keseluruhan," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, City Manager Home Credit Indonesia Nur Sofana mengatakan, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan maka saat ini pihaknya terus mengupayakan agar rasio berada di bawah batas maksimum yang ditentukan OJK.

"Saat ini secara nasional kredit bermasalah atau NPF masih berada di 0,36 persen," kata Nur Sofana seraya menambahkan bahwa kondisi itu menandakan tingkat pembayaran kredit dari nasabah sangat baik, karena batas atas yang ditetapkan OJK yakni NPF sebesar lima persen.


(ABD)