BNI Raih Laba Bersih Rp6,41 Triliun di Semester I-2017

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 12 Jul 2017 16:15 WIB
bni
BNI Raih Laba Bersih Rp6,41 Triliun di Semester I-2017
BNI (ANT/Yudhi Mahatma).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp6,41 triliun pada semester I-2017. Pencapaian ini mengalami pertumbuhan sebesar 46,7 persen dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kucuran kredit yang tumbuh signifikan menjadi faktor utama terbentuknya laba bersih BNI," kata Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu 12 Juli 2017.

Dirinya menambahkan, laba bersih perseroan juga disumbang dari Net Interest Income (NII) sebesar Rp15,40 triliun atau tumbuh 10,7 persen secara year on year (yoy) pada semester I-2017. Selain itu pendapatan non bunga juga berperan dengan tumbuh 17,9 persen menjadi Rp4,65 triliun dibandingkan periode yang sama di 2016.

"Pertumbuhan NII merupakan hasil dari penyaluran kredit yang terus meningkat, sedangkan pertumbuhan pendapatan nom bunga ditopang oleh peningkatan Fee Based Income sebesar 17,9 persen, terutama bersumber dari Recurring Fees yang berkontribusi 92,1 persen dari total Fee Based Income," jelas dia.

Pertumbuhan laba bersih yang cukup kuat tersebut menjadi faktor utama tumbuhnya Return on Equity (RoE) sebesar 15,6 persen atau meningkat dibandingkan semester I-2016 yang tercatat 12,6 persen, sekaligus mencerminkan peningkatan efektivitas permodalan BNI dalam menciptakan laba.

Adapun pencapaian NII, yang juga didukung strategi perbaikan suku bunga di seluruh segmen kredit, telah mendukung Net Interest Margin (NIM) tetap terjaga pada level 5,6 persen. Menurunnya cost of fund pada level tiga persen pada semester I-2017 dari sebelumnya 3,1 persen pada semester I-2016 juga menjadi faktor pembentukan NIM tersebut.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capiatl Adequacy Ratio (CAR) tetap terjaga dengan baik di level 19 persen. Sedangkan peningkatan aset BNI juga terbentu dari kredit sekaligus menunjukan berjalannya fungsi intermediasi, hal ini ditunjukan dengan Loan to Deposit Ratio dijaga pada level 88,9 persen.


(SAW)