Menko Luhut Sebut LRT Jabodebek Bisa Dihemat Rp6 Triliun

   •    Senin, 17 Jul 2017 15:57 WIB
lrtproyek lrt
Menko Luhut Sebut LRT Jabodebek Bisa Dihemat Rp6 Triliun
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa proyek pembangunan Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) bisa dihemat Rp6 triliun dengan menggunakan sistem persinyalan moving block.

Luhut saat membuka Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2017 di Jakarta, mengatakan setelah melakukan penghitungan ulang dengan perubahan teknologi yang dipakai maka pemerintah menilai biaya yang bisa ditekan dalam anggaran proyek mencapai Rp6 triliun.

"LRT ini sudah sempat jalan, tapi kami hitung ulang, kami lihat ada teknologi yang bisa diubah, ternyata biaya bisa kurangi sampai Rp6 triliun," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Luhut, penggunaan sistem persinyalan moving block yang mengatur jarak rangkaian kereta berdasarkan jeda waktu itu yang menjadi sumber penghematan proyek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan tadinya proyek LRT Jabodebek menggunakan sistem persinyalan fixed block atau yang menentukan headway (jangka waktu kedatangan) kereta berdasarkan jarak.

Namun, khusus LRT Jabodebek, Budi mengatakan pemerintah sudah memutuskan untuk menggunakan moving block yang mengatur headway berdasarkan waktu seperti lima menit sekali. Dengan sistem persinyalan tersebut, headway menjadi lebih singkat sehingga kereta api yang beroperasi bisa lebih banyak.

Jumlah kereta yang lebih banyak dipastikan juga akan dapat mengangkut lebih banyak penumpang sehingga membuat biaya investasi yang lebih rendah. "Dengan penumpang yang lebih banyak, karena penumpang adalah faktor pembagi maka dipastikan akan dapat angka investasi yang lebih rendah," pungkasnya.

 


(ABD)