Mau Bayar Pajak Lebih Murah? Jangan Lupa Buat Pembukuan

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 16 Apr 2017 16:19 WIB
perpajakan
Mau Bayar Pajak Lebih Murah? Jangan Lupa Buat Pembukuan
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. ANTARA FOTO M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Belitung: Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  Kementerian Keuangan mengimbau pada seluruh masyarakat dari berbagai profesi, untuk membuat pembukuan terkait keuangannya guna memudahkan penghitungan pajak.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, jika masyarakat tidak melakukan pembukuan keuangan maka akan dikenakan pajak final berdasarkan formula yang telah dirumuskan otoritas pajak dan diatur dalam Perdirjen Pajak Nomor 17 Tahun 2015.

Rumusnya yakni (tarif normal x penghasilan) -penghasilan tidak kena pajak atau PTKP x tarif pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh). Sebagai contoh untuk pekerja seni dalam hal ini aktor atau artis berpenghasilan per tahunnya Rp500 juta lalu dikenakan tarif normal 62,5 persen dan tarif PPh untuk orang pribadi berdasarkan besaran penghasilan hingga Rp500 juta yakni 25 persen, dengan PTKP Rp54 juta. Artinya (62,5% x Rp500 juta) - Rp54 juta x 25% = Rp299 juta.

"Kalau enggak pakai pembukuan, menghitungnya pakai rumus," kata Ken dalam pelatihan media di Belitung, Minggu 16 April 2017.



Imbauan tersebut dikeluarkan setelah beberapa profesi seperti artis misalnya, banyak yang protes setelah amnesty pajak berakhir, mereka merasa ditakut-takuti oleh DJP karena harus membayar pajak dengan jumlah yang besar.

Padahal, kata Ken, jumlah setoran pajak yang dianggap besar tersebut karena tak adanya pembukuan untuk mengukur nominal yang mesti dikenakan pajak.

Sementara, jika mereka melakukan pembukuan, Ken bilang bisa jadi pajak yang disetorkan lebih kecil yakni dengan rumusan (tarif normal x (penghasilan yang telah dikenai biaya atau pengeluaran) - penghasilan tidak kena pajak atau PTKP x tarif pasal 17 UU Pajak Penghasilan (PPh).

Biaya yang dimaksud misalnya untuk profesi artis tentu dia ada pengeluaran untuk membeli alat make up atau baju pendukung untuk saat tampil atau sepatu dan lain sebagainya. Sehingga penghasilan yang ia dapatkan dikurangi biaya, barulah hasil pengurangan tersebut yang dikenakan pajak.

"Kalau pakai pembukuan otomatis lebih kecil karena sudah dikurangi biaya. Saya minta masyarakat semua profesi memahami," jelas dia.

Sebagai contoh penghasilan Rp500 juta dikurang biaya Rp150 juta maka sebesar Rp350 juta akan dikalikan tarif norma lalu dikurangi PTKP kemudian dikalikan lagi tarif PPh 25 persen maka yang dibayarkan sebesar Rp205.250.000.


 


(SAW)