APTRI Usul Kenaikan HPP Gula

   •    Sabtu, 15 Apr 2017 15:20 WIB
gula
APTRI Usul Kenaikan HPP Gula
Ilustrasi pedagang gula. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang)

Metrotvnews.com, Kudus: Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengusulkan kenaikan harga patokan gula petani (HPP) menjadi Rp11.767 per kilogram (kg).

"Usulan HPP gula tersebut berdasarkan biaya produksi, setelah sebelumnya juga menerima masukan dari petani tebu," ujar Sekretaris Jenderal DPN APTRI M. Nur Khabsyin, di Kudus, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 15 April 2017.

Sementara HPP sebelumnya, kata dia, sebesar Rp9.200 per kg. Ia mengungkapkan, tahun ini ada kenaikan biaya pokok produksi, di antaranya adalah biaya garap dan tebang angkut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sementara perhitungan produksi tebu per hektarenya, kata dia, sebanyak 1.000 kuintal dengan rendemen 7,5 persen. Untuk jenis tanaman plane cane atau tanaman tebu pertama akan menghasilkan besaran HPP sebesar Rp12.970 per kg.

Sedangkan untuk tanaman kedua, ketiga dan seterusnya dengan produksi tebu 900 kuintal per hektare dan rendemen tujuh persen akan menghasilkan besaran HPP sebesar Rp11.252 per kg.

"Dari angka tersebut, setelah dilakukan penghitungan dihasilkan HPP rata-rata Rp11.767 per kg," ujarnya.

Ia mengatakan, penghitungan tersebut, sudah termasuk keuntungan petani 10 persen. Pada dasarnya, kata Khabsyin, petani tebu tidak meminta HPP tinggi, akan tetapi angka Rp11.767 per kg dinilai cukup wajar.

Alasannya pabrik gula hanya memberikan rendemen 7,5 persen akibat pabrik gula sudah berumur tua. "Kondisinya akan berbeda, ketika rendemen bisa lebih tinggi, sehingga besaran HPP bisa di bawah angka tersebut," ujarnya.

Misalkan, kata dia, tingkat rendemennya bisa mencapai 8,5 persen, maka HPP hanya Rp10.500 per kg.


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA