Lahan Tebu Anak Usaha RNI Dipaksa Berhenti Beroperasional

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 12 Sep 2017 19:41 WIB
rni
Lahan Tebu Anak Usaha RNI Dipaksa Berhenti Beroperasional
Aktivitas PG Jatitujuh di lahan HGU tebu di Kabupaten Indramayu dan Majalengka terganggu aksi massa. (FOTO: Dokumentasi RNI)

Metrotvnews.com, Indramayu: Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI/Persero), PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh dipaksa menghentikan aktivitas operasional on farm pabrik gula (PG) yang dikelolanya.

Puluhan massa yang diduga anggota LSM Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) di kembali mengganggu aktivitas PG Jatitujuh di lahan HGU tebu yang berlokasi di Kabupaten Indramayu dan Majalengka.

General Manager PG Jatitujuh Adang Sukendar Djuanda mengungkapkan, sekelompok warga ini menghentikan setiap aktivitas PG mulai dari kegiatan tanam, pemeliharaan tebu sampai proses pasca panen tebu (harvester). Hal tersebut dapat berakibat fatal karena mengganggu proses giling tebu dan mengancam keselamatan para pekerja.

Selain itu, Adang mengatakan, massa juga melakukan berbagai tindakan melawan hukum dengan menyerobot dan mengambil alih sebagian lahan HGU PG Jatitujuh yang merupakan aset milik Negara.

"Mereka menguasai sebagian areal HGU PG Jatitujuh dengan melakukan pematokan dan mengklaim tanah tersebut milik mereka. Tidak hanya itu, mereka melakukan perusakan tanaman tebu, sarana pompa air, dan gubuk kebun tempat istirahat para karyawan PG yang notabene merupakan warga sekitar perkebunan," ujarnya, dalam siaran persnya, Selasa 12 September 2017.

Pihak PG pun tidak tinggal diam dalam menyikapi aksi tersebut, saat ini, manajemen sudah melakukan langkah hukum dengan melaporkan tindak pidana tersebut ke Polres Indramayu.

"Kami sudah membuat permohonan tertulis kepada Kapolres Indramayu dan Kapolda Jawa Barat untuk meminta perlindungan dari gangguan eksternal yang bisa menghambat aktivitas pabrik, terlebih saat ini PG Jatitujuh tengah menggenjot produktivitas gula dalam rangka mendukung program pemerintah guna menwujudkan swasembada gula nasional sesuai dengan nawacita yang dicanangkan Presiden," jelas Adang.

Adang mengatakan, sebagai upaya pencegahan telah dilakukan kerja sama dengan Brimob untuk menjaga keamanan areal, serta berkoordinasi dengan Muspika, Kapolres, Dandim, dan Pemerintah Kabupaten setempat.

PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh merupakan anak perusahaan RNI yang terletak di Desa Sumber Kecamatan Jatitujuh Majalengka. Areal lahan HGU dan Tebu Rakyat (TR) PG Jatitujuh berada di wilayah Kabupaten Indramayu, Majalengka dan Sumedang.

Sasaran internal PG Jatitujuh dalam giling 2017 ini adalah mencapai rendemen delapan persen. Total penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam Tebang-Giling PG Jatitujuh ini mencapai lebih dari 11 ribu orang dengan perputaran uang mencapai lebih dari Rp112 miliar.


(AHL)