KartIn1 tak Dapat Terintegrasi dengan e-KTP

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 19 Apr 2017 19:57 WIB
kartin1
KartIn1 tak Dapat Terintegrasi dengan e-KTP
TRB Contoh e-KTP.

Metrotvnews.com, Belitung: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meluncurkan prototype Kartu Indonesia Satu (KartIn1). Otoritas pajak ingin ke depannya KartIn1 bisa menjadi single identity yang mengintegrasikan seluruh nomor dari berbagai kartu identitas.

Perlu diketahui, KartIn1 hanya berupa platform yang sifatnya bisa diinjeksikan pada kartu-kartu lain untuk juga bisa memantau aktivitas wajib pajak. Artinya KartIn1 bukanlah merupakan kartu sakti terbaru yang dikeluarkan. Sayangnya, KartIn1 ini meski memiliki slot untuk menampung 15 data atau identitas, tak bisa diintegrasikan dengan e-KTP atau KTP elektronik. Mengapa?

Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak Iwan Djuniardi menjelaskan jika di e-KTP hanya mampu menampung data sebesar 8 kilobyte (kb) yang kapasitasnya habis hanya untuk menampung data identitas e-KTP saja.

baca : Malam Ini Sri Mulyani Luncurkan Kartin1

Sementara kalau diinjeksi terhadap kartu lainnya seperti yang sudah bekerjasama yakni BPJS ataupun yang sudah tertarik yakni kartu pembayaran yang dikeluarkan perbankan kapasitasnya bisa menampung kebih besar dengan adanya penambahan kapasitas 80 kb.

"E-KTP sudah full 8 kb, sudah enggak bisa ditambah lagi," kata Iwan saat pelatihan media di Belitung, seperti yang diberitakan Rabu 19 April 2017.

Selain itu, desain atau kualitas e-KTP yang masih belum sempurna di mana terkadang plastik pelindung kartu mudah mengelupas dan berbahaya jika digunakan sebagai alat transaksi pembayaran.

"Untuk transaksi kebayang kan kartunya langsung meretel," tutur dia.

Sementara itu, konsep untuk menjadi single identity, Iwan ingin ke depannya flatform yang telah dikaji selama satu tahun ini bisa menjadi akses untuk membuka layanan tertentu layaknya Gmail dan Facebook yang menjadi afiliasi layanan.

"Misalkan sekarang log in dengan Google, log in dengan Facebook. Nantinya bisa log in dengan Kartin1," harap dia.

 


(SAW)