Hotel Indonesia-PPI MoU Pengembangan Hotel di Perbatasan

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 26 Aug 2017 12:02 WIB
bumn
Hotel Indonesia-PPI MoU Pengembangan Hotel di Perbatasan
Direktur Utama HIN Iswandi Said (berbatik ungu) saat melakukan MoU dengan PT PPI. (FOTO: dok HIN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan BUMN di bidang jasa perhotelan PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN dan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, yakni PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang rencana kerja sama identifikasi potensi pengembangan hotel di perbatasan Indonesia.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama HIN Iswandi Said dan Presiden Direktur PPI Arif Suhartono yang disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno di Gedung Kementerian BUMN Jumat 25 Agustus 2017. Menurut Iswandi, kesepakatan ini bermaksud untuk mengidentifikasi potensi pengembangan hotel di daerah perbatasan dengan melakukan studi awal dan persiapan rencana kerja sama.

"MoU ini juga bertujuan untuk membangun kemitraan dan sinergi yang saling menguntungkan antara kedua pihak dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan realisasi kerja sama harus sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan dan prosedur yang berlaku," kata dia dalam siaran persnya, Sabtu 26 Agustus 2017.

Dia menambahkan, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sinergi BUMN sebagai perwujudan dari "BUMN Hadir untuk Negeri" di daerah perbatasan Indonesia. Dalam mempersiapkan rencana kerja sama ini, tambah dia, kedua perseroan akan melakukan studi awal guna menjajaki kemungkinan dilakukannya kerja sama yang dimaksud.

Iswandi menambahkan, kerja sama dengan PPI ini sejalan dengan pelaksanaan program transformasi perusahaan 2017-2021 yang meliputi tahapan Turn Around (2017), Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020), dan Expansion (2021).

"Transformasi ini bertujuan untuk mengembangkan HIN yang memiliki nama komersial Inna Hotels & Resorts sebagai hotel milik bangsa yang mempersembahkan keramahtamahan khas Indonesia dan sebagai market leader untuk jaringan perhotelan nasional di tengah persaingan yang kompetitif," jelas Iswandi.

Dia menjelaskan, kerja sama dengan PPI juga sesuai dengan target yang ingin dicapai oleh Hotel Indonesia Group (HIG), jaringan hotel BUMN di mana HIN bertindak sebagai koordinator berdasarkan penugasan dari Kementerian BUMN.

"Hotel Indonesia Group menargetkan untuk mengoperasikan hotel di seluruh ibu kota provinsi di Tanah Air, bahkan hingga tingkat kabupaten," ujarnya.

Dirinya pun berharap agar HIG menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi jaringan hotel nasional terbesar di Indonesia yang mengelola hotel nasional dengan efisien dan kompetitif. Adapun acara ini merupakan salah satu dari sembilan penandatanganan MoU sinergi BUMN yang dilakukan oleh tujuh anak perusahaan IPC dengan tujuh BUMN, anak perusahaan BUMN dan Pemerintah Daerah Belitung Timur.

Tujuh anak perusahaan IPC yang dimaksud adalah PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI).  

Sementara, tujuh BUMN dan Anak Perusahaan BUMN tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perum Perikanan Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Berdikari Logistik Indonesia, PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Timah Tbk (Persero).


(AHL)